Jumat, 03 September 2010
MENSYUKURI KETERPURUKAN
Apakah anda saat ini sedang merasa berada dalam titik nadir, terpuruk, atau bahkan merasa berada dalam puncak permasalahan hidup?
Bila iya, maka bersyukurlah.
Ha…. Bersyukur? Gak salah nih?
Iya bersyukur…. Kalian gak salah baca. Karena itu merupakan salah satu tanda-tanda akan terkabulnya doa kita. Coba pikir, bila kita sedang berada pada titik terendah, tentu arah berikutnya adalah akan naik keatas, karena jika ternyata kita masih turun ke bawah berarti kita belum benar-benar berada pada titik terendah……
Ketika permasalahan hidup terasa semakin memuncak, maka bersyukurlah, karena itu adalah tanda-tanda terkabulnya doa kita.
Bukankah keadaan langit tergelap di malam hari justru ketika menjelang pagi….
Jadi perbanyaklah syukur dan intropeksi diri………
Selasa, 24 Agustus 2010
BERHENTI BERHUTANG PADA SEMESTA
Alam semesta dengan segenap energi makrokosmosnya selalu bekerja mencari keseimbangan. Energi makrokosmos tersebut selalu berhubungan dengan energi yang ada disetiap diri manusia yang sering disebut dengan mikrokosmos. Proses ini tidak terlihat dan tidak terasa sehingga manusia cenderung mengabaikannya.
Yang dimaksud dengan berhutang pada semesta adalah bila kita berbuat hal-hal buruk yang bertentangan dengan agama, menyakiti sesama dan juga alam. Misalnya dengan merugikan orang lain, atau mengambil yang bukan hak kita, atau merusak alam, maka kita bisa disebut sedang berhutang pada semesta. Pada suatu saat semesta akan menagih kembali hutang energi tersebut, dalam bentuk kejadian buruk yang dialami oleh orang yang berhutang. Dan biasanya dalam skala yang berlipat-lipat ganda.
Contoh yang gampang berhutang pada semesta yang sering terjadi adalah saat orang dengan sengaja mengambil sesuatu yang bukan haknya. Misalnya tahu menerima kembalian lebih saat membayar di supermarket atau pom bensin dan sengaja tidak mengembalikannya, korupsi, nilep uang kantor atau mengambil barang milik kantor sekecil apapun itu, atau juga diem saja saat pelayan rumah makan Padang tidak menghitung semua makanan yang telah masuk keperut kita.
ITU BUKAN REJEKI...!!! justru orang itu sedang berhutang pada semesta karena telah mengambil yang bukan haknya. Dan suatu saat hutang tersebut akan ditagih dalam bentuk lain yang biasanya akan lebih merugikan.
Mungkin dalam waktu sesaat orang yang mencuri dan korupsi itu akan merasa berlimpah uang. Namun pencuri dan koruptor tidak akan bahagia, justru dia akan sengsara hidupnya. Si pencuri dan koruptor telah berhutang pada semesta, dan tinggal menunggu waktu kapan alam semesta akan menagih hutangnya kembali, antara lain dalam bentuk aib dan kemalangan yang tak terbayangkan sebelumnya.
Jadi untuk kedepannya dari pada kita berhutang pada semesta mendingan kita menabung pada semesta. Menabung dalam bentuk amal kebaikan kepada sesama, kepada alam dan kepada siapa saja. Selalu bersikap baik pada semua orang, mau membantu orang yang berada dalam kesulitan dan selalu mendoakan orang lain agar mendapat kesuksesan dan kesehatan.
Pancaran energi kebaikan anda tersebut suatu saat akan dikembalikan kepada anda dalam bentuk kebaikan dengan jumlah yang lebih besar.
Jadi mulailah dari sekarang kita menabung kebaikan pada semesta dengan cara : berpikir hal yang benar, berkata yang benar, dan berbuat yang benar....
Semoga bermanfaat
Selasa, 10 Agustus 2010
BEBERAPA KESALAHAN DALAM PENERAPAN LoA
Pada sebagian orang ada yang menganggap penerapan LoA itu mudah, dan sebagian lainnya menganggap penerapan LoA itu sulit serta tak membawa dampak apa-apa. Namun setelah didalami, mereka yang menganggap dirinya sulit menerapkan LoA umumnya ada beberapa kesamaan kesalahan diantara mereka. Beberapa kesalahan itu diantaranya :
1. SALAH MENETAPKAN FOKUS
Lebih banyak dari kita lebih terfokus pada permasalahan yang kita hadapi dan kurang memberikan fokus pada pemikiran solusi. Anthoni Robbin menyatakan bahwa sering kali kita mencurahkan 80% fokus kita kepada masalah dan hanya 20% saja untuk pemecahan masalah (solusi). Padahal orang-orang sukses justru bertindak sebaliknya, mereka memberikan 80% pikiran dan tindakannya (fokusnya) untuk pemecahan masalah (solusi) dan cukup hanya 20% saja fokusnya pada masalahnya.
Contoh : Ketika komputer anda rusak dan tidak bisa hidup, orang yang terlalu berfokus pada masalah pasti akan : panik, menyalahkan orang lain serti kakak, adik atau anaknya yang sering pakai komputer hanya untuk main games, kemudian kotbah panjang lebar tentang listrik mahal lah, susah cari duit buat beli komputer lah, dan bla bla bla..... pokoknya fokusnya Cuma ke masalah saja. Coba kalo sudah begini apa komputer kita bisa jadi baik kembali? Apa kita gak tambah stres sendiri?
Nah.... orang yang fokus pada solusi tentu akan bertindak sebagai berikut : memeriksa sendiri kenapa komputernya tidak bisa beroperasi seperti sedia kala, bila permasalahannya sudah ketemu lalu segera diambil tindakan yang diperlukan untuk memperbaiki komputernya tersebut, atau kalau ternyata kerusakannya tidak dapat kita tangani sendiri segera kita bawa ke tempat service komputer untuk diperbaiki seperlunya atau diganti sparepartnya bila dianggap perlu. Beres kan?
2. TIDAK CUKUP HANYA FOKUS DAN BERPIKIR POSITIF SAJA
Ketika kita sudah tahu akan apa yang kita mau (apa yang kita impikan/inginkan), langkah berikutnya adalah fokus pada apa yang kita mau tersebut. hal ini dapat dikuatkan dengan cara bersikap dan berpikir positif demi terwujudnya keinginan kita tersebut. Kita pun mulai melakukan Afirmasi (PENEGASAN akan NIAT-NIAT kita) dan dilanjutkan dengan Visualisasi (Membayangkan terwujudnya keinginan kita). Dalam hal ini kita mesti mengedepankan rasa syukur pada hal-hal yang sudah kita terima dan YANG AKAN KITA TERIMA. Disini kita bersyukur membayangkan apa yang menjadi keinginan kita itu sudah kita terima. Kita menjadikan syukur kita seperti down payment yang dibayar dimuka atas keinginan (doa) yang akan kita terima.
3. TIDAK PERNAH ACTION
Ketika kita sudah fokus pada apa yang kita mau dan bisa berpikir positif untuk mendapatkannya, ada salah satu langkah penentu lagi yang sering diabaikan. Yaitu ACTION..... Bila kita sudah bisa mengetahui apa yang betul-betul kita mau, kemudian memberikan fokus pada hal-hal yang kita mau itu dan selalu berpikir positif bahwa kita mampu mewujudkannya, tentu akan ada rasa yakin dan percaya diri didalam diri kita untuk mewujudkan keinginan kita tersebut. Dan ujuk-ujuk semestapun memberi kemudahan pada kita dengan mempertemukan kita pada kesempatan-kesempatan, peluang-peluang, orang-orang, kejadian-kejadian, ataupun ide-ide yang melintas dipikiran kita dalam mewujudkan keinginan kita tersebut.
Namun masalahnya kita terlalu sering melewatkan kesempatan-kesempatan, peluang-peluang, orang-orang, kejadian-kejadian, ataupun ide-ide kita sendiri. Kita tidak pernah ACTION atas tanda-tanda yang diberikanNYA. Jadi istilahnya NADO (No Action Dream Only).
Ada satu petuah yang patut kita pegang, No Action Nothing Happen. With Action Miracle Happen....!!!!
Semoga Bermanfaat.....
Minggu, 18 Juli 2010
DOA BIDADARI
Ups..... ini bukan judul sinetron lho ya. Mungkin ada dari rekan diskusi yang bergumam, “Uh.... gak nyangka, ternyata si Dony itu korban sinetron juga.” Hehehehe..... sabar, sabar, sabar..... jangan nuduh.
Tulisan kali ini masih ada kaitannya dengan tulisan sebelumnya yang berjudul “POLA KEAJAIBAN”. Yang namanya pola keajaiban untuk masing-masing orang itu bersifat unik dan berbeda satu sama lainnya. Namun dari sekian pola yang ada, terdapat satu pola yang serupa dan bisa diterapkan oleh semua orang. Dan sudah banyak contoh disekitar kita.
* Ketahuilah bahwa keridhaan dari YANG MAHA KUASA itu tidak terlepas dari keridhaan sang bidadari. Bila Dia sudah ridha, maka menggerakkan LoA, doa, dan impian adalah perkara yang mudah.
* Ketahuilah berbakti kepada sang bidadari diibaratkan bisa menguak langit dan memanggil rejeki.
* Ketahuilah doa sang bidadari membuat rezeki kita betul-betul tercurah. Namun hati-hati, demikian pula sebaliknya.
* Begitu doa sang bidadari selaras dengan doa kita, berarti doa kita akan lebih “melangit”. Begitu impian sang bidadari selaras dengan impian kita, berarti impian kita akan lebih “bersayap”. Yah, melipatgandakan kekuatan doa dan LoA. Inilah dampak dari keselarasan impian.
Jadi siapa sang bidadari tersebut? tak lain dan tak bukan adalah orangtua kita sendiri.
Memang cukup sulit meminta orangtua untuk mengganti atau mengubah doa mereka, namun ada satu cara praktis, mintalah mereka untuk menyebutkan impian kita dalam doa mereka. Hal ini akan jauh lebih gampang ketimbang mengganti atau mengubah doa mereka.
Dan akan lebih baik lagi, jika kita awali dengan meminta maaf (ulang) kepada orang tua kita, senangkan hati mereka dan minta mereka untuk menyebutkan impian kita dalam doa mereka.
Selain kepada orangtua, kita pun mesti melakukan hal yang sama kepada mertua kita (bagi yang sudah menikah).
Bagi yang sudah tidak memiliki orangtua lagi (telah meninggal), bisa dicoba dengan menemui sahabat-sahabat orangtua kita yang masih hidup. Terus, senangkan hati mereka dan mintalah doa dari mereka.
Ketika orangtua kita merasa senang, ketika doa dan impian kita selaras dengan doa dan impian orangtua kita, maka keajaiban (baca: kemudahan) akan menghampiri kita.
Selasa, 13 Juli 2010
POLA KEAJAIBAN
Para ahli neuroscience serta mereka yang ahli dalam menerapkan LoA berpendapat bahwa keajaiban itu ilmiah dan keajaiban itu perpola. Jadi karena keajaiban(kemudahan Tuhan) itu ilmiah dan berpola maka bisa diulangi lagi sesering kita mau asal kita mengikuti hukum-hukum LoA.
BAGAIMANA CARA MELIHAT POLANYA?
Yang kita butuhkan adalah kejelian, intuisi,dan kepekaan terhadap tanda-tanda yang diberikanNYA dari doa-doa/keinginan/impian kita serta tindakan riil yang kita ambil begitu melihat tanda-tandaNYA. Kejelian dan kepekaan kita dalam melihat tanda-tandanya akan mempengaruhi tindakan yang kita ambil. Kita mungkin sering melihat tanda-tanda dari NYA namun kita tidak punya kejelian dalam membacanya. Seperti diibaratkan seorang pengendara mobil di persimpangan jalan yang sudah melihat tanda “DILARANG BELOK KANAN” tapi tetap saja memaksa belok kanan. Dan hasilnya dia malah kena tilang Polisi.
Ada satu cerita tentang seorang bapak yang sangat rajin beribadah kepada Tuhan. Suatu hari kampung tempat si bapak tinggal itu mengalami hujan yang sangat deras selama berhari-hari. Hal ini menyebabkan sungai di kampung itu airnya meluab hingga setinggi mata kaki. Orang-orang pada panik dan saling mengingatkan warga tentang bahaya meluabnya air sungai tadi. Si bapak yang rajin sembahyang itu juga diingatkan oleh tetangga untuk hati-hati, namun si bapak itu malah berkata “Tenang, Tuhan Maha Pemurah, dia tidak akan mencelakai hambaNYA”.
Beberapa jam kemudian tinggi air dari sungai yang meluab itu sudah mencapai setinggi dada orang dewasa. Penduduk kampung mulai mengungsi. Team penolong pun datang menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi penduduk ke tempat yang lebih aman. Saat tiba dirumah si bapak itu, team penolong mencoba mengajak si bapak naik perahu karet. Namun si bapak menolak karena dia yakin bahwa Tuhan itu Maha Penolong, jadi pasti dia akan selamat dengan pertolonganNYA.
Menjelang subuh tinggi air di kampung itu sudah mencapai genting rumah. Dengan sisa-sisa tenaganya si bapak itu menaiki atap rumahnya dan duduk diatas gentingnya. Tak berapa lama kemudian datanglah helikopter milik team penyelamat yang mencoba mengevakuasi sisa-sisa penduduk yang mungkin masih tertinggal. Ketika melihat si bapak itu, helikopter team penyelamat mendekat dan coba mengevakuasi si bapak. Namun bapak itu tetap menolak, dan masih yakin bahwa Tuhan itu Maha Penyayang. Singkat cerita beberapa saat kemudian si bapak itu dan kampungnya tenggelam ditelan air bah yang semakin meninggi.
Di akhirat si bapak tadi dengan perasaan geram dan marah mendatangi malaikat yang bertugas disana. “Hai kat...!!! Aku ini kan sudah rajin sembahyang, kenapa Tuhan tidak mau menolong aku?” katanya dengan membentak. Si malaikat pun berkata, “Gak mau nolong gimana? DIA sudah kirim tetangga-tetanggamu untuk mengingatkanmu, kau tidak percaya. Kemudian DIA kirim perahu karet, kamu menolak. Dan terakhir DIA kirim helikopter, eh... malah kamu usir. DIA pikir kamu emang mau mati...”
Rekan-rekan diskusi yang budiman, dari cerita diatas dapatkah rekan-rekan melihat suatu polanya? Si bapak yang rajin sembahyang itu berdoa minta pertolongan Tuhan, kemudian Tuhan mengirim pertolongan melalui orang-orang disekitarnya. Namun si bapak itu tidak bisa membaca tanda-tanda yang dikirimkanNYA untuk mengabulkan permintaannya. Dia kurang jeli dan peka melihat tanda-tanda yang Tuhan kirimkan sehingga tidak mengambil tindakan nyata dari semua peluang yang ada.
Jika si bapak lebih jeli dan kemudian mengikuti petunjuk yang Tuhan berikan melalui kesempatan-kesempatan yang DIA kirimkan, pasti si bapak itu akan selamat dan bergumam “INILAH KEAJAIBAN TUHAN”. Namun karena dia kurang jeli melihat dan memanfaatkan tanda-tanda itu maka dia jadi tidak tertolong lagi dan mungkin beranggapan “INILAH KESIALAN SAYA”.
Jadi bahwa selain keajaiban itu ilmiah dan berpola, kesialan juga ilmiah dan berpola. Dan pola dari masing-masing orang itu berbeda satu sama lain. Jadi coba sekarang kita ingat-ingat apa keinginan kita dimasa lalu yang begitu kuat yang ingin kita wujudkan dan akhirnya terwujud. Catat dalam selembar kertas, kemudian ingat-ingat lagi kejadian-kejadian selanjutnya yang mendatangi kita yang ada hubungannya dengan kinginan kita itu. Terus catat juga tindakan dan keputusan apa yang kita lakukan untuk mencapai keinginan kita itu.
Tidak perlu keinginan-keinginan besar. Yang kecil-kecil juga bisa. Saya ingat cerita salah satu teman saya beberapa tahun lalu. Saat itu dia belum lulus kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan kecil, perusahaan keluarga. Setiap gajian bosnya selalu memanggilnya kemudian memberinya gaji langsung dari sakunya. Tanpa amplop. Tanpa menanda tangani slip gaji apapun. Kemudian teman saya itu berpikir “Pasti enak ya rasanya kalo kerja di perusahaan yang ada seragam untuk karyawannya dan pada saat gajian uangnya ditransfer ke rekening kita oleh perusahaan.” Entah bagaimana ceritanya impiannya itu kini terwujud. Persis sama dengan yang dia impikan. Jadi gak mesti impian-impian besar yang kecil-kecil dulu.
Jadi catat semua yang anda ingat. Baik itu keinginan kita, kesempatan yang menghampiri kita, orang-orang yang membantu kita serta tindakan dan keputusan yang kita ambil sehingga impian kita itu terwujud. Catat semua. Temukan kemiripannya. Temukan polanya.
Demikian juga dengan keinginan-keinginan kita yang belum terwujud. Catat itu semua. Catat kejadian-kejadian dan kesempatan yang menghampiri kita. Serta catat pula tindakan yang kita lakukan sehingga keinginan kita itu semakin menjauh dari kita. Catat semua hal-hal salah yang telah kita perbuat sehingga keinginan kita itu tidak terwujud.
Awalnya memang sulit. Tapi dengan latihan kita akan menjadi lebih jeli dan lebih peka dalam melihat tanda-tandaNYA, sehingga polanya pun akan semakin jelas terlihat.
Semoga bermanfaat......
Sabtu, 03 Juli 2010
GERAKAN MEMPENGARUHI EMOSI KITA
Pernah gak memperhatikan ketika ada anak balita menangis dan kita berusaha menghiburnya dengan mengatakan, “cup, cup, sayang.... tuh lihat ada cecak di atas”. Ketika si anak mendongak keatas seketika itu juga tangisannya reda, begitu kembali menoleh kebawah langsung menangis lagi, dan begitu dia mendongak keatas lagi kembali tangisannya reda.
Mengapa bisa demikian? Begitu kita melihat keatas akan sulit sekali bagi kita untuk mengingat hal yang sedih, karena otak manusia akan sulit memunculkan gambar sedih apabila melihat keatas.
Hal ini ternyata bisa kita terapkan untuk diri kita sendiri. Coba ingat-ingat, orang yang sedang sedih, grogi, ragu-ragu dan takut biasanya dagunya kebawah(mendekat kearah dada/leher), matanya suram, bibir merengut, dada ditutup, tangan didalam dan nafasnya pendek-pendek (bahkan karena saking takutnya sampe lupa nafas..hehehehe).
Kita bisa coba mengubah emosi kita itu dengan mengubah gerakan kita. Saat kita sedang sedih, grogi, ragu-ragu dan takut kita bisa melakukan hal-hal seperti ini : duduk atau berdiri dengan tegak, dagu sedikit diangkat, dada dibuka(maksudnya dibusungkan, bukan buka baju lho ya), pandangan keatas, senyum yang lebar dan tarik nafas dalam-dalam. Kemudian dalam posisi seperti ini coba ingat hal-hal yang membuat kita sedih, takut, atau grogi. Gak bisa khan? Yang ada malah kita jadi geli sendiri.
Nah mari kita rubah gerakan kita agar lebih semangat..... Tarik nafas, lihat keatas dan tersenyumlah yang paling indah.....!!!!
Selamat mencoba
Senin, 07 Juni 2010
DEMENTOR DI SEKITAR KITA
Bagi rekan-rekan diskusi penggemar film atau novel Harry Potter pasti sudah tidak asing lagi dengan sosok Dementor. Disitu Dementor digambarkan sebagai sosok yang menyeramkan, memakai jubah, berkulit kelabu dan berjari-jari kurus seperti kerangka. Namun bukan itu yang membuat sosok Dementor menjadi berbahaya, tapi kemampuannya menyedot semangat hidup dan perasaan bahagia, hingga membuat manusia menjadi diliputi kesedihan yang mendalam bahkan sampai putus asa.
Tapi ternyata sosok Dementor bukan hanya ada di dunia fiksi. Di dunia nyata pun ada, Cuma fisiknya seperti manusia biasa dan tidak menyeramkan sama sekali. Mereka bisa ada dimana saja, disekitar kita. Bisa berwujud sebagai teman kantor, teman kuliah, teman sekolah, tetangga, kerabat dekat dan juga yang paling menyeramkan adalah yang biasa duduk di balik pintu yang bertuliskan “PIMPINAN/BOSS”.
Persis seperti didalam film/novel, berdekatan dengan si Dementor bisa bikin kita tiba-tiba merasa suram, tak bersemangat, hidup tiada arti, kerja gak ada gunanya dsb. Atau pada stadium lanjut infeksi Dementor bisa mengakibatkan timbulnya rasa curiga bila melihat orang lain sukses, merasa iri hati melihat orang lain gembira, susah melihat orang senang dan senang melihat orang susah, bahkan bisa timbul juga keinginan untuk menyabot kesuksesan orang lain. Dengan kata lain Dementor itu menular dan dampaknya sangat merugikan.
Jangan sampai kita ketularan jadi Dementor. Tidak ada orang yang senang dengar keluhan, termasuk diri kita sendiri. Semakin banyak kita mengeluh semakin kita membenci diri sendiri. Semakin kita membenci diri sendiri maka semakin kita merasa diri kita tak berguna. Semakin merasa kalau diri kita tak berguna maka semakin tertutup jalan untuk hidup lebih baik.
Ciri-ciri umum dementor disekitar kita :
•Frekuensi curhat yang sangat tinggi, dengan topik masalah pribadi yang seolah penting banget diketahui semua orang.
•Dementor selalu melihat sisi buruk dari segala sesuatu, tak peduli sebagus apapun keadaannya.
•Dementor senang membandingkan diri dengan lawan bicaranya sedemikian rupa seolah dia terdengar lebih apes, dan akhirnya lawan bicara menjadi sungkan.
•Dementor gemar mematikan semangat orang lain.
Pokoknya setiap si Dementor angkat bicara, bisa langsung meruntuhkan semangat kita, mencela setiap ide-ide kita, menertawakan impian-impian kita.
Terus gimana cara menghadapi si Dementor dunia nyata ini ?
Begitu seseorang yang ada di dekat kita menunjukkan ciri-ciri Dementor, segeralah menjauh dan menghindar dari dia. Atau kalau tidak memungkinkan untuk menghindar kita bisa coba dengan tidak memasukkan kehati setiap kata-kata dari si Dementor. Jadi masuk kuping kiri keluar kuping kanan. Hati-hati....Dementor sangat menular.
Bisa jadi saat ini diri kita sudah terinfeksi olah si Dementor. Memang belum sampai pada tahap menjelmamenjadi Dementor. Tapi biasanya hal itu sudah cukup untuk menyabotase semangat diri kita sendiri, menggerogoti kebahagian diri kita sendiri.
Coba cek pernyataan-pernyataan dibawah ini, bila ada minimal 5 pernyataan pernyataan yang sesuai dengan kita, bisa jadi kita telah terinfeksi oleh Dementor.
•Sebagian besar orang lebih beruntung dari saya
•Nggak ada orang yang bisa hidup layak dengan gaji sekecil gaji saya
•Semakin lama, kondisi perekonomian semakin buruk. Saya nggak tau bulan depan masih bisa hidup atau enggak
•Saya gak tau ingin jadi apa
•Saya benci sama kantor saya, tapi kalo saya resign nanti nggak ada kantor lain yang mau nerima
•Naik pangkat? Jangan ah. Ntar kalo gagal gimana?
•Tentu aja dia naik pangkat. Rajin jilat pantat, pasti.
•Dari dulu memang saya ditakdirkan apes
•Saya nggak pinter, makanya nggak bisa sukses kayak orang lain
•Orang tua saya asal-asalan nyekolahin saya, makanya saya jadi kaya gini sekarang
•Saya nggak kebayang gimana caranya biar bisa hidup lebih baik
•Orang emang gampang kasih nasehat. Mereka belum ngerasain susahnya hidup saya, sih.
•Percuma saya kerja keras, toh tiap bulan gajinya cuma segitu-segitu aja
•Orang lain enak punya duit buat refreshing. Saya boro-boro refreshing, makan aja susah. Makanya harap maklum kalo saya stress.
•Saya udah ketuaan untuk nyoba hal baru
•Kenapa sih nggak ada orang yang ngertiin saya
•Orang lain enak, punya orang tua kaya buat minjem duit kalo butuh. Giliran saya, yang ada emak saya nodong mulu buat beli beras
•Kalo ada orang baik sama saya, pasti ada maunya
•Boss muji saya? Pasti dia salah orang.
•Emang dunia makin parah. Kucing aja makin hari makin kurang ajar.
Rabu, 02 Juni 2010
BAGAIMANA YA BILA DOA KITA TERKABUL?
Coba ingat-ingat, apakah kita lebih sering membayangkan doa kita akan terwujud atau kita lebih sering mengkhawatirkan doa kita tidak akan terwujud?
Coba ingat-ingat lagi, apakah kita lebih sering membayangkan keinginan kita terkabul, atau kita lebih sering memikirkan keinginan kita tidak terkabul?
Apapun yang kita lakukan itu benar. Apakah kita membayangkan impian kita terkabul atau malah sibuk membayangkan impian kita tidak terkabul. Itu semua benar. Semua prasangka kita itu benar. Dan kita biasanya mendapatkan apa yang serupa dengan yang kita sangkakan.
Jadi dari pada sibuk membayangkan hal-hal yang buruk tentang impian dan doa kita, jauh lebih baik apabila kita membayangkan bilamana impian dan doa kita itu terwujud. Disini kita harus jeli melihat tanda-tanda terwujudnya doa/impian kita. Baik itu berupa rentetan peristiwa dan kejadian, atau kesempatan-kesempatan yang mengharuskan kita bertindak dalam meraihnya.
Yang lebih penting adalah seberapa sabar dan iklas kita menjalani prosesnya. Ada orang yang habis dimarahi oleh atasanya lalu berdoa minta kesabaran, mendadak setelah itu semua orang seakan terlihat menyebalkan. Kalau kita tidak sabar dan iklas menghadapinya pasti kita malah menjadi tambah stress. Kalau kita berdoa minta kesabaran, kita pun mesti siap menghadapi ujian kesabaran yang diberikan-NYA. Bagaimana lagi DIA mengajarkan kesabaran kalau tidak dengan ujian seperti ini?
Ada orang yang berdoa minta keiklasan hati. Kemudian dalam proses perwujudan doa itu dia mendapat cobaan seperti kehilangan barang yang paling di sayang, kehilangan harta yang paling dia suka, atau bahkan kehilangan orang yang paling dia cinta. Bila kita tidak sabar menhadapi cobaan seperti ini, bisa jadi kita malah kecewa dan ujung-ujungnya malah menyalahkan TUHAN. Karena iklas itu bukan suatu yang dimohonkan perwujudannya, melainkan sesuatu yang mesti kita lakukan. Iklas itu bukan ilmu hapalan, iklas itu adalah keterampilan.
Ada juga orang yang berdoa minta diberikan pendamping hidup yang terbaik. Dalam awal-awal prosesnya dia justru dipertemukan dengan orang-orang yang salah. Bukankah ini merupakan hal yang logis. Bagaimana lagi DIA menunjukkan kepada kita bahwa orang itu adalah yang terbaik untuk kita sebelum menunjukkan orang-orang yang tidak baik(tidak cocok) untuk kita?
Jadi hati-hatilah dengan doa kita dan bersiaplah menjalani proses terwujudnya doa itu.
Selasa, 18 Mei 2010
MENERAPKAN LOA DENGAN OTAK KANAN
Secara umum otak manusia dibagi menjadi dua, yaitu otak kiri dan otak kanan. Kedua bagian otak ini mempunyai cara kerja yang cenderung berbeda namun saling melengkapi. Otak kiri cenderung berpikir secara Rasional (terkait IQ), logis, realistis, terencana, intrapersonal. Sedangkan otak kanan berpikir secara Emosional (terkait EQ), intuitif, imajinatif, tak terencana, interpersonal.
Jadi otak kiri suka memikirkan, sedangkan otak kanan suka membayangkan. Otak kiri mengedepankan IQ (kecerdasan intelektual), sedangkan Otak kanan mengedepankan EQ (kecerdasan emosional). Otak kiri bergumul dengan teori-teori, sedangkan otak kanan lebih suka dengan praktek-praktek.
Salah satu komponen LOA yang terpenting adalah syukur. Orang yang dominan otak kirinya tentu hanya bisa bersyukur apabila telah mendapat apa yang dia inginkan. Dan mereka merasa bukan hal yang logis dan tidak masuk akal bila bersyukur terhadap apa yang tidak mereka dapatkan, atau mendapatkan tidak sesuai dengan apa yang mereka impikan.
Sedangkan orang-orang yang dominan otak kanannya mampu bersyukur terhadap apa yang telah dan akan mereka dapat. Dan lebih dashyatnya lagi mereka mampu bersyukur seolah-olah apa yang mereka impikan telah terwujud. Mereka mampu menjadikan syukur seperti down payment yang dibayar dimuka terhadap doa/keinginan/impian mereka. Dan ajaibnya lagi bila mereka mampu melakukan itu impian mereka bisa mewujud secara lebih sederhana.
INGIN BERTAMBAH REZEKI MAKA BERSEDEKAHLAH
Dalam soal sedekah/sumbangan/donasi/dana punia atau apalah istilahnya hitung-hitungan otak kiri dan otak kanan juga berbeda. Orang yang otak kirinya terlalu aktif tentu tidak bisa menemukan alasan yang rasional dan logis bagaimana sedekah/sumbangan/donasi/dana punia atau apapun istilahnya bisa menambah rezekinya. Mereka tentu berpendapat sedekah malah mengeluarkan rezeki dan ujung-ujungnya adalah mengurangi rezekinya.
Matematika sedekah dengan otak kiri adalah 10-1=9
Sedangkan matematika sedekah dengan otak kanan 10-1=19
Anda pikir gak masuk akal? Berarti anda lebih dominan otak kirinya.... hehehe
Bill Gates dan Warren Buffett-dua orang terkaya di dunia-sekilas mereka tampak begitu kapitalis. Siapa sangka, ternyata mereka adalah dermawan terbesar abad ini.
Donal Trump, sekilas ia tapak begitu hedonis. Siapa mengira ternyata ketika dia bangkrut di tahun 1990-an, ia malah membagi-bagikan hartanya yang masih tersisa. Karena dia percaya betul, ‘memberi’ itu berbanding lurus dengan ‘diberi’.
Robert Kiyosaki, sekilas dia tapak begitu materialistis. Siapa sangka, ternyata dia begitu bersikeras, “Jika anda membangun bisnis yang melayani ribuan orang, maka sebagai timbal baliknya anda akan menjadi jutawan. Jika anda membangun bisnis yang melayani jutaan orang, maka anda akan menjadi milyarder.”
Jim Rohn selaku mentor dari Anthony Robbins sering menasehati, “Biasakanlah untuk berbagi dan biasakanlah berbagi dalam jumlah yang berlebih. Itu bukan saja baik bagi orang lain, tetapi itu juga baik bagi diri kita sendiri.”
Hal ini serupa dengan yang dikatakan oleh Khalifah Ali, “Pancinglah rezekimu dengan sedekah.”
Jumat, 30 April 2010
BERANI MIMPI
Impian adalah awal dari sesuatu yang nyata. Segala sesuatu yang spektakuler awalnya berasal dari suatu impian. Impian yang begitu kuat sampai terekam di pikiran bawah sadar (sub-concius mind) akan mengarahkan kita pada upaya-upaya serta rentetan peristiwa guna terwujudnya impian kita tersebut.
Seperti yang ada di film-film perang di TV, ketika akan menembakkan peluru kendali, kita mesti mengunci targetnya terlebih dahulu. Nah.... pikiran kita cara kerjanya persis seperti itu. Impian-impian kita adalah target sukses kehidupan kita.
Anak-anak kecil adalah mahluk yang luar biasa. Mereka berani bermimpi besar. Daya imajinasinya sungguh luar biasa. Masih ingat dalam ingatan kita ketika dulu masih kecil, anak-anak cowok suka bermain mobil-mobilan dari kardus atau dari kulit jeruk Bali, dan anak-anak cewek bermain anak-anakan, rumah-rumahan, ibu-ibuan dan lain sebaginya. Nah.... setelah dewasa anak-anak cowok itu mainnya mobil beneran, sedangkan anak-anak cewek yang dulu suka main anak-anakan, sekarang punya anak beneran. Kita mesti belajar mimpi pada anak-anak.
Namun masalahnya semakin kita dewasa, semakin takut kita bermimpi, karena kita dihadapkan dengan yang namanya REALITA......
Tidak usah takut menetapkan impian. Impian yang sifatnya personal dan bermakna bagi diri kita akan menumbuhkan keyakinan, keberanian, dan keiklasan dalam berusaha mewujudkan impian itu.
Seberapa keras upaya kita dalam mewujudkan impian kita? Karena impian besar biasanya buah dari suatu proses upaya keras, menyakitkan dan mungkin menjijikan bagi sebagian orang. Seekor ulat yang bermimpi menjadi kupu-kupu yang indah mesti melalui upaya yang keras dan menyakitkan ketika berusaha keluar dari kepompongnya. Pohon apel pun mesti diberi sesuatu yang menjijikkan berupa kotoran dari binatang yang biasa kita sebut pupuk agar bisa tumbuh subur dan berbuah yang lebat.
Kita juga bisa belajar dari anak-anak kecil. Ketika mereka menginginkan sesuatu, mereka akan ngotot dan berusaha keras meraih apa yang diinginkannya. Entah itu dengan merengek, atau menangis. Karena memang hanya itu yang mereka bisa.
Bagaimana dengan kita? Apa impian terbesar kita? Dan bagaimana upaya kita meraihnya?
Minggu, 18 April 2010
KISAH KUPU-KUPU MUDA
Seorang pria menemukan sebuah kepompong. Saat itu telah ada sebuah lubang kecil diatasnya, rupanya kepompong itu akan segera berubah menjadi Kupu-kupu. Pria itu duduk dan mengamati si kupu-kupu muda itu selama beberapa jam, yang sedang berusaha berjuang keluar melalui lubang kecil itu. Dan kemudian kupu-kupu muda itu berhenti, seolah-olah dia kelelahan dan sudah tidak bisa melanjutkan lagi perjuangannya.
Kemudian pria itu memutuskan untuk menolong si kupu-kupu muda itu. Dia mengambil gunting dan mulai menggunting kepompong itu, dan mengeluarkan kupu-kupu muda itu. Kupu-kupu itu keluar dengan selamat namun tubuhnya kisut dan sayapnya mengkerut.
Pria itu melanjutkan pengamatannya, berharap dalam beberapa menit sayap kupu-kupu itu mengembang sedemikian rupa untuk menopang tubuhnya. TIDAK ADA YANG TERJADI!!! Ternyata kupu-kupu itu lumpuh dan menghabiskan hidupnya dengan merangkak dan berjalan seperti ulat. Dia tidak pernah bisa terbang.
Maksud si pria itu mungkin baik, namun dia tidak mengerti satu hal: bahwa kupu-kupu itu membutuhkan kepompong dan perjuangannya sendiri untuk keluar dengan menghasilkan semacam cairan dari tubuh untuk sayapnya agar kuat dan bisa siap terbang. Itulah proses yang mesti di lalui oleh si kupu-kupu muda.
Begitu juga dengan kita. Kadang perjuangan dan usaha adalah sesuatu yang sangat kita butuhkan dalam kehidupan ini. Kehidupan tanpa halangan dan cobaan bisa melumpuhkan kita. Kita tidak akan menjadi sekuat yang kita harapkan dan kita tak akan pernah dewasa.
Maka jangan pernah takut akan setiap halangan,cobaan atau juga masalah yang kita temui. Hadapi semua itu dengan penuh syukur pada Tuhan atas masih dipercayakannya kita atas segala cobaanNYA. MAJU TERUS …. JANGAN PERNAH MENYERAH….!!!!
Senin, 29 Maret 2010
GOAL SETTING + GOAL PRAYING = EASY GOAL SCORING
Banyak diantara rekan diskusi yang tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah Goal Setting bukan? Goal Setting itu bisa berupa target-target yang coba kita raih baik berupa benda maupun suatu situasi yang kita harapkan bisa dicapai. Goal Setting menekankan pada “positive thinking”. Jadi Goal yang coba kita raih itu berada di luar diri kita yang akan kita coba kejar, meskipun kadang kita sendiri tidak tahu kapan bisa mencapainya. Bila salah menerapkan metode positive thinking, bisa membuat kita merasa tertekan, terbebani dan bahkan stress, karena kita dipaksa untuk mengejar, mengejar dan mengejar goal-goal kita.
Sedangkan Goal Praying lebih menekankan pada “positive feeling”. Jadi kita berusaha memasukkan Goal-goal (tujuan-tujuan, keinginan-keinginan) yang ingin kita raih kedalam hati kita(niat-niat kita), hingga nantinya kita akan merasa seperti di lontarkan ataupun didorong untuk meraih Goal yg kita harapkan. DIDORONG dan bukan MENGEJAR, dan ini membuat kita lebih relaks, bersemangat dan yakin dalam mencapai goal-goal kita. Dalam Goal Praying diyakini bahwa “Hasil = kombinasi dari niat, usaha dan doa dengan penekanan pada rasa syukur”. Rasa syukur yang dimaksud adalah berterima kasih kepada Tuhan atas proses yang sedang dijalani dan atas hasil akhir yang AKAN diraih. Hal ini berangkat dari rasa YAKIN akan terkabulnya doa-doa kita. Syukur itu seperti down payment yang dibayarkan sebelum hasilnya(goalnya) kita terima.
Ketika Goal Setting (positive Thinking) kita padukan dengan Goal Praying (positive feeling) akan menjadi suatu daya dorong yang luar biasa dalam mencapai Goal-goal kita. Karena ketika pikiran dan perasaan kita bisa selaras, maka segala keraguan akan sirna. Yang timbul adalah keyakinan, dan inilah yang akan membuat goal-goal kita dapat kita raih dengan lebih sederhana. Yang kita lakukan dalam meraih goal-goal tersebut mungkin sama saja, yang membedakan adalah keadaran kita, keiklasan kita serta keyakinan kita dalam melakukan hal itu. Jadi kita tidak lagi berfokus pada hasil akhir, kita lebih berfokus dengan apa yang mesti kita lakukan sebaik-baiknya dan menyerahkan perwujudan hasilnya kepada Tuhan.
Minggu, 14 Maret 2010
MENGAPA LAW OF ATTRACTION SULIT SAYA TERAPKAN?
Pertanyaan seperti ini sering saya dapat dari rekan-rekan diskusi. Mengapa Law of Attraction sulit saya terapkan? Biasanya saya kemudian menyuruhnya untuk melihat kembali artikel terdahulu yang berjudul “Cara Sederhana Menerapkan Law of Attraction”. Di artikel itu saya sampaikan bahwa ada 3 langkah sederhana untuk menerapkan Law of Attraction. Yaitu : Kita harus tahu apa yang kita mau, Kita berfokus pada apa keinginan kita itu, dan Bersyukur seolah-olah keinginan itu telah mewujud ke kehidupan kita.
Namun sering pada langkah kedua, “Fokus dan beri perhatian pada keinginan kita”, kita salah menerapkannya.
Terus salahnya dimana?
Ketika langkah pertama sudah kita jalankan, maka kita sudah mengetahui apa yang kita inginkan. Selanjutnya adalah kita mesti berfokus pada keinginan kita itu. Pada langkah ini kesalahan yang sering terjadi adalah ketika kita menginginkan sesuatu biasanya disadari atau tidak kita iringi dengan keraguan, kekhawatiran, ketakutan, dan ketidak yakinan akan terkabulnya keinginan kita itu. Dan hasilnya tentu saja serupa dengan apa yang kita ragukan, khawatirkan dan takutkan itu. Analoginya seperti pak pos yang selalu setia mengantarkan kiriman untuk kita. Namun setelah kiriman tiba dihadapan kita, kita merasa itu bukan kiriman untuk kita dan memberikan kembali kiriman itu kepada pak pos tadi. Hasilnya kita tidak mendapat apa-apa bukan?
Contoh : ada salah satu rekan diskusi yang bercerita pada saya tentang keingiannya memiliki pacar yang setia, jujur, perhatian dan sayang pada dia. Namun bersamaan dengan itu dia selalu khawatir kalau cowok yang mendekatinya itu suka selingkuh, tidak jujur, kurang perhatian dan tidak sayang padanya. Dan hasilnya sungguh ajaib, dia justru sering didekati oleh cowok-cowok yang serupa dengan apa yang dia khawatirkan diatas.
Kenapa bisa begitu? Itu karena dia salah menetapkan fokusnya. Dia lebih fokus pada hal-hal yang tidak dia inginkan. Dia menuliskannya di diarynya, dituliskan di status facebooknya dan terus dipikirkannya berulang-ulang. Disinilah kesalahannya. Kita tidak akan mendapat apa yang kita inginkan, tetapi kita akan mendapatkan apa yang kita fokuskan. Keinginan kita itu seperti Doa. Dan DOA=PIKIRAN+PERASAAN. Pikiran kita kekuatannya Cuma 12% sedangkan Perasaan kekuatannya 88%. Jadi ketika Pikiran dan Perasaan kita bertentangan maka Perasaan kitalah yang akan menang. Sehingga kita mendapatkan apa yang kita fokuskan, apa yang kita rasakan, tidak peduli kita menginginkannya atau tidak.
Jadi ketika kita menginginkan/mendoakan sesuatu yakinkanlah hati kita bahwa keinginan/doa kita itu akan terwujud. Sedikit saja keraguan sudah cukup menyabotase doa-doa kita itu.
Semoga Bermanfaat.
Jumat, 05 Maret 2010
Mintalah Persetujuan Dari Hatimu
Kejadian ini terjadi sekitar 5 atau 6 bulan yang lalu. Ketika itu hari minggu, dan seperti biasanya kalau setiap hari minggu sore saya pasti pergi ke pantai Petitenget untuk sekedar lihat sunset atau mandi-mandi di pantai. Tanpa diduga disana saya bertemu dengan bekas teman semasa SMP dahulu. Setelah ngobrol ngalor-ngidul dan ketawa-ketiwi tiba-tiba air mukanya jadi serius. Sejurus kemudian dia mulai menceritakan tentang usahanya yang hampir bangkrut karena ditipu oleh rekan-rekan bisnisnya. Tanpa saya duga dia mohon kepada saya untuk diberikan bacaan-bacaan atau jampi-jampi serta syarat-syarat yang mesti dia lakukan agar usahanya bisa selamat. Saya pikir waktu itu dia becanda, sebab sejak awal bertemu kita Cuma guyon dan becanda tanpa henti. Tidak mau bikin dia kecewa saya asal celetuk aja ngomong, “Kamu mesti baca ini.” kataku sambil memberi dia secarik kertas yang telah saya tulisi mantra asal-asalan karangan saya sendiri. “Baca itu 3x setiap kamu akan meninggalkan rumah dan setiap kamu pulang ke rumah”, kataku sambil ketawa karena memang saya pikir kami sedang bergurau saat itu dan saya juga pikir dia tidak serius, masa minta jampe-jampe sama saya? Emang saya ada potongan mirip dukun apa? Lalu kami bepisah setelah itu.
Tiga bulan kemudian kami bertemu lagi secara tidak sengaja di salah satu pertokoan di kota Denpasar. Dengan sumbringah dia menjabat tangan saya sambil mengucapkan terima kasih berulang-ulang kali. Kemudian dia menceritakan bahwa setelah mengamalkan jampe-jampe yang saya berikan itu usahanya mulai membaik lagi, dan rekan-rekan bisnisnya yang dulu menipunya kini sudah kembali lagi dan usahanya mulai berkembang lagi. Saya Cuma bengong, dan mencoba mengingat-ingat mantra apa yang saya berikan ke dia. Kok bisa manjur ya? Waktu itu kan saya Cuma bercanda. Dan sebelum berpisah dia menyodorkan amplop yang saya yakin isinya pasti uang. Namun saya dengan halus menolak. Dan dengan sok bijaknya saya berkata, “Mendingan uang ini kamu berikan ke panti asuhan saja, atau di sedekahkan ke rumah ibadah yang memerlukannya.” Dalam perjalanan pulang saya terus berpikir. Bukan berpikir nyesel karena nolak amplop itu lho, tapi berpikir apa iya mantra asal-asalan bikinan saya itu berhasil menyelamatkan usaha temanku itu? Waktu itu aku kan Cuma bergurau saja. Wah...... ternyata Tuhan itu Maha Becanda ya.....!!!!
Rekan-rekan diskusi yang budiman. Cerita diatas menunjukkan begitu hebatnya sebuah sugesti. Sugesti itu mampu meluruhkan semua keraguan, ketakutan, dan kekhawatiran yang kemudian melahirkan keyakinan dan harapan. Keyakinan dan harapan itulah yang mendasari tindakan yang diambil oleh teman saya tersebut. Tindakan yang diambilnya saya rasa sama saja seperti yang dia atau kita biasa lakukan bila menghadapi masalah seperti itu. Cuma dia melakukan dengan sungguh-sungguh yakin akan berhasil karena semua keraguan dihatinya telah musnah. Dan hasilnya sungguh menakjubkan.
Ini serupa dengan efek placebo di dunia kedokteran. Pil placebo adalah pil yang tidak mempunyai khasiat sama sekali karena Cuma terbuat dari tepung dan gula biasa. Namun sering kali ketika dokter memberikannya kepada pasien penyakit tertentu sambil mengatakan bahwa ini adalah obat yang paling mujarab untuk penyakitnya dan kemudian si pasien itu meminumnya terjadilah keajaiban itu. Si pasien berangsur-angsur sembuh. Sungguh luar biasa bukan? Tubuh si pasien bisa menyembuhkan dirinya sendiri (self healing). Ini adalah buah dari keyakinan dari si pasien sendiri. Keyakinannya menumbuhkan harapan. Harapan untuk sembuh. Dan itulah yang dia dapatkan.
Demikian juga dikehidupan sehari-hari. Sebelum melakukan suatu tindakan atau menjalankan suatu rencana sangat penting bagi kita untuk meminta persetujuan dari hati kita sendiri. Ketika hati telah setuju hal ini akan melahirkan keyakinan. Dan keyakinan ini akan memusnahkan seluruh keraguan, kekhawatiran serta ketakutan di hati kita. Dan setelah keyakinan di hati didapat kita menjadi lebih fokus kepada tujuan dan rencana-rencana kita sehingga apa yang kita inginkan dapat diraih dengan lebih mudah dan sederhana.
Jumat, 26 Februari 2010
JADILAH SEORANG AHLI SYUKUR
“Dari yakinku teguh, Hati iklasku penuh, Akan karunia-MU.....”
Kutipan lagu “Syukur” diatas sering saya dengar sejak dari SD sampai SMA pas waktu upacara bendera. Pentingnya rasa syukur memang sudah sering kita dengar, baik dari pelajaran agama apapun maupun dari lingkungan sekitar kita. Saya yang lahir dan besar di Bali waktu saya kecil sering mendengar orang-orang yang selalu bersyukur apabila mendapatkan kejadian atau sesuatu yang mereka anggap menyenangkan. Bahkan ketika mereka tertimpa musibah pun akan selalu bersyukur. Saya masih ingat ketika seorang anak tetangga saya jatuh dari pohon mangga dan menderita luka-luka, orang tuanya melihat dan menolongnya sambil berucap, “Syukur kakinya tidak patah.” Atau paman dari teman saya yang mengalami kecelakaan lalu lintas hingga mengakibatkan kaki dan tangannya patahpun masih bisa melafaskan kalimat sukur seperti ini “syukurlah saya masih selamat dari kecelakaan sehebat itu.”
Namun seiring jalannya waktu dan perkembangan jaman, para ahli syukur seperti diatas makin sedikit. Yang banyak justru para ahli keluh dan bahkan para ahli umpat. Mereka begitu mudahnya mengeluh bahkan mengumpat. Dan semua keluhan serta umpatan itu mereka lakukan baik secara sepontan keluar dari bibirnya maupun yg mereka tuliskan di status facebooknya sebagai contoh.
Alangkah indahnya bila semua keluhan dan umpatan itu kita ganti dengan kalimat syukur. Karena apapun yang kita alami MESTI KITA SYUKURI. Apapun itu. Baik maupun buruk. Karena syukur itu sama pengertiannya dengan menerima dan merasakan nikmat dari Tuhan yang menciptakan dunia berpasang-pasangan (baik-buruk).
Terus bagaimana cara bersyukur? Masih sering kita(termasuk saya) yang keliru dalam menerapkan rasa syukur. Sekedar mengucapkan dibibir dan tidak merasakannya di hati. Padahal syukur adalah kemampuan kita untuk menikmati apa yang sedang kita alami. Mengucapkan syukur saja tanpa benar-benar merasakannya sama artinya dengan tidak jujur pada diri sendiri, karena mengatakan apa yang tidak dirasakan.
Sering kali kita juga cenderung sulit mensyukuri dan menikmati apa yang sudah kita miliki karena terlalu mengharapkan yang belum dimiliki. Itu karena yang aktif bekerja adalah pikirannya dan bukan hatinya. Akibatnya, selain sulit untuk bersyukur juga menjadi mudah mengeluh. Dan celakanya, saat mengeluh kita justru melakukannya dengan sepenuh hati. Benar-benar dirasakan. Ingat, kekuatan perasaan jauh lebih besar daripada kekuatan pikiran, sehingga dengan begitu apa yang kita keluhkan itulah yang sering mendatangi kita.
Jadi cara terbaik bersyukur adalah dengan mengenali dan menghayati rasa nikmat sekecil apapun dalam menjalani kehidupan sehari-hari, sambil melantunkan lafas syukur dari bibir kita seperti (Alhamdullilah, Puji Tuhan, Astungkhara, dan lain sebagainya). Apapun yang sedang terjadi, baik maupun buruk, sebaiknya semua dihayati dan dinikmati.
Biasakanlah untuk selalu bersyukur. Karena kebiasaan yang dilakukan secara terus menerus, akan menjadi keahlian. Jadilah ahli syukur dan bukannya ahli keluh.......
Terus, syukur dan sukses, adakah kaitannya? Ah, jangan ditanya. Erat sekali kaitannya. Anda sudah baca buku kecil berpengaruh besar The Secret? Dipaparkan di sana, syukur adalah anak tangga mutlak untuk memastikan kesuksesan. Wejangan si pengarang, "Bayangkanlah hal-hal yang Anda dambakan dengan penuh rasa syukur, seakan-akan Anda sudah menerimanya. Dengan demikian, Anda akan menerimanya segera!" Inilah hasil kerja dari hukum tarik-menarik (law of attraction) yang universal.
Dan yang perlu diingat :
“Seluruh proses menuju kekayaan mental, material dan spiritual dapat di ringkas dengan satu kata : “SYUKUR...!!!!!”
Jumat, 12 Februari 2010
GEJALA KEDAMAIAN HATI
1. Kecenderungan untuk berpikir dan bertindak secara spontan ketimbang bertindak berdasarkan rasa takut terkait pengalaman masa lalu.
2. Kemampuan jelas untuk menikmati saat ini.
3. Hilangnya minat untuk menilai orang lain.
4. Hilangnya minat untuk menilai diri sendiri.
5. Hilangnya minat untuk menafsirkan tindakan orang lain.
6. Ketidakmampuan untuk merasa cemas (INI GEJALA SERIUS....!!!!!)
7. Kerap memberi penghargaan.
8. Kerap Tersenyum.
9. Meningkatnya kecenderungan untuk membiarkan sesuatu terjadi ketimbang membuat sesuatu terjadi.
10. Meningkatnya kepekaan pada cinta yang diberikan orang lain dan dorongan tak terkendali untuk memberikan cinta.
Hentikan Kebiasaan Merasa Tidak Bahagia
Sebetulnya bahagia dan kecewa itu adalah keputusan kita sendiri. Kitalah yg menentukan suatu keadaan/peristiwa itu sebagai sesuatu yg membahagiakan atau malah mengecewakan. Ketika mendapatkan sebuah hadiah, lulus sekolah, dan naik pangkat biasanya kita akan merasa gembira. Kenapa kita merasa gembira pada saat itu? Itu karena kita sendiri yg memutuskan untuk merasa gembira. Sedangkan ketika kita dipecat dari perusahaan tempat kita bekerja, tidak lulus kuliah atau lagi putus cinta seringkali kita merasa kecewa. Kenapa kita merasa kecewa? Karena kita sendiri yg memutuskan untuk kecewa.
Semua itu adalah keputusan kita sendiri. Jadi putuskanlah untuk selalu merasa bahagia. Cara termudah melakukannya adalah dengan memisahkan antara fakta dan penafsiran kita akan suatu situasi tersebut.
Misalnya kita baru saja dipecat dari perusahaan tempat kita bekerja. Faktanya adalah kita sudah bekerja di perusahaan itu selama bertahun-tahun dan sekarang kita sudah dipecat serta tidak bekerja lagi di perusahaan itu. Itulah faktanya. TITIK. Semua yg lain adalah penafsiran kita sendiri.
Atau misalnya kita baru saja putus cinta karena memergoki pasangan kita selingkuh didepan mata kita. Faktanya adalah pasangan kita itu menghianati kepercayaan yg kita berikan padanya dan sekarang dia bukan kekasih kita lagi. Itu faktanya. TITIK. Semua yg lain adalah penafsiran kita sendiri.
Kebahagiaan itu bukanlah tujuan. Kebahagian itu adalah proses. Kita tidak mesti sukses dulu dalam suatu bidang baru kemudian merasa bahagia. Namun kita mesti bisa merasa bahagia dulu untuk sukses. SUKSES KARENA BAHAGIA dan BUKAN BAHAGIA KARENA SUKSES.
Disini pentingnya perasaan syukur yg bersemayam dihati kita. Bersyukur akan setiap keadaan dan situasi yg kita hadapi.
Bila kita mempunyai pasangan hidup yg cerewetnya luar biasa, bersyukurlah karena paling tidak dari pasangan kita yg cerewet itu kita akan belajar untuk bersabar.
Atau bila kita mempunyai bos yg gemar menghukum atau memberi denda atas kesalahan kita, bersyukurlah karena paling tidak dari bos yg otoriter seperti itu kita akan belajar disiplin.
Orang yg selalu bersyukur adalah orang yg tidak membedakan antara kerja dan doanya. Ketika dia bekerja sebetulnya dia sedang berdoa dengan bahasa tubuhnya (outer work), dan ketika dia berdoa sebetulnya dia sedang bekerja dengan bahasa jiwanya (inner work). Jadi alangkah hebatnya orang yg selalu berdoa seolah-olah tidak ada orang yg bisa membantunya selain tuhan, dan disamping itu dia selalu berusaha seolah-olah tuhan pun tak dapat membantunya.
Kita adalah tuan dari pikiran dan perasaan kita sendiri. Jadi selalu lah memilih pikiran dan perasaan kita dengan sengaja. Sekali lagi DENGAN SENGAJA. Pilihlah pikiran dan perasaan yg positif, yg membahagiakan, yg menguatkan diri kita dan orang-orang disekitar kita.
Mensyukuri dan Mengiklaskan Keinginan Kita
Seluruh proses menuju kekayaan mental, material dan spiritual dapat diringkas dengan satu kata : “SYUKUR”
Syukuri apa yang sudah kita miliki saat ini, syukuri segala pencapaian kita selama ini dan ini yang paling penting : syukuri keinginan kita seolah-olah telah terwujud di depan kita. Langkah ini sering diabaikan karena agak sulit ditangkap logika. Disini kita bersyukur karena membayangkan hal yg kita doakan sudah terkabul. Dengan kata lain, kita seolah-olah sudah melihat, mendengar dan merasakan sepenuh hati bahwa doa kita sudah terwujud, karena itu kita bersyukur. Ini seperti kita sudah melunasi pembayaran (syukur) di muka, meskipun pesanan (doa) kita belum kita terima. Ini adalah langkah yg paling mudah sekaligus yg paling sulit dilakukan, terutama untuk mereka yg terlalu rasional dan analitis.
Langkah berikutnya adalah mengikhlaskan doa kita. Yakinlah doa kita akan dikabulkan. Jangan pernah ada keraguan sedikitpun. Teruslah berdoa sampai kita melupakannya (karena merasa telah memilikinya). Disinilah seninya. Gampang-gampang susah memang. Namun bagi kita yg telah terampil menerapkan ini (meminta, bersyukur, dan kemudian mengiklaskannya) pasti akan merasa bahwa keinginan-keinginannya begitu mudah mewujud.
HATI-HATI DENGAN DOA KITA
DOA = PIKIRAN + PERASAAN
Bila perasaan dan pikiran kita baik dan positif maka baik juga untuk kita. Namun bila pikiran dan perasaan kita negatif maka negatif pula dampaknya untuk kita. Di tingkat doa (Pikiran+Perasaan) yang namanya subyek, obyek dan predikat itu adalah satu, dia-dia juga. Bila kita kesal dan menyumpahi seseorang dengan segenap pikiran dan perasaan kita, sebenarnya kita sedang mendoakan keburukan untuk diri kita sendiri. Bahkan diri kita saat ini pun merupakan doa (pikiran+perasaan) kita dimasa lampau.
Tuhan selalu mengabulkan doa kita dan memberikan kita sesuatu yg terbaik menurutNYA, bukan yg terbaik menurut kita.
Ada orang yg berdoa mohon diberikan kesabaran hati, dan Tuhan mengabulkannya dengan memberikan cobaan-cobaan yg beruntun. Bukankah itu merupakan suatu hal yg logis? Bagaimana lagi Tuhan mengajarkan kesabaran yg dia minta kalau tidak melalui berbagai cobaan tersebut? Jadi jangan sembarangan berdoa, kalau meminta diberikan kesabaran, kita harus betul-betul siap dan sadar untuk menerima semua latihan kesabaran yg diberikan Tuhan.
MENGINDERAKAN IMPIAN
Semua orang pasti punya keinginan dan impian. Hanya saja ada yg jelas, ada juga yg samar-samar. Banyak orang hanya berangan-angan atas impiannya, tapi tidak banyak yg mendapatkanya? Kenapa? Karena mereka tidak terlibat secara emosional atas impiannya itu. Jika impian tidak menyentuh batas emosional kita dan merasuk kebawah sadar kita, tersandung sedikit hambatan di depan, maka kita akan lekas menyerah. Oleh keren itu, salah satu cara mempercepat impian adalah dengan menginderakannya.
Terus bagaimana caranya menginderakan impian kita? Ya dengan cara mendatanginya. Beranikah anda mendatangi impian anda? Misalnya, jika anda punya impian membeli mobil, beranikah anda dalam waktu 3 hari ini datang ke show room mobil untuk sekedar melihat-lihat? Mungkin anda berfikir , “ Wong gak punya duit kok tanya-tanya”. Hehehe.... emang nanya pake duit? Kan cukup pake mulut saja alias tidak bayar. Setelah bertanya, sempatkan juga untuk test drive jika memungkinkan atau setidaknya men-starter mesinnya saja. Jangan bilang gak punya duit lagi ya, sekedar test mesin aja kan gak pake duit?
Apapun impian anda, punya mobil mewah, rumah mewah, naik haji, punya pasangan ideal, inderakan impian itu senyata mungkin. Namun syaratnya anda harus memiliki keyakinan yang bulat untuk mencapainya. Bukankah banyak hal banyak hal yang tadinya anda pikir tidak mungkin, saat ini menjadi mungkin? Maka ulanglah keyakinan itu dan keajaiban pun akan terjadi.
Bagaimana dengan impian anda membuka usaha? Pernahkah anda menanyakan berapa sewa tempat usaha yg strategis? Atau sekedar mewawancarai pemilik warung makan yg teramai di kota anda? Berapa omzetnya sebulan, bagaimana dia memulai usahanya? Tidak ada bedanya saat anda mengejar kekasih anda. Modalnya berani malu, berani ditolak, asalkan tidak melanggar hukum atau keselamatan anda.
Sukses dimulai dari menghidupkan impian kita. Dengan melihat, mencoba dan mengetahui detail tentang apa yg kita inginkan, secara tidak sadar telah meminta panca indera kita untuk mendukung memenuhi impian kita.
MENGUNDANG KEAJAIBAN
Pernahkah anda menyaksikan sesuatu yang anda inginkan tiba-tiba hadir begitu saja di depan mata anda? Atau, ketika anda memikirkan seseorang, tiba-tiba saja anda menjumpainya di jalan? Atau juga ketika anda menghadapi suatu masalah yang rumit yang sepertinya sulit dipecahkan, yang membuat anda pasrah dan menyerah, namun tiba-tiba solusinya melintas begitu saja dipikiran anda?
Mungkin kita biasa menyebutnya dengan kata keajaiban, kebetulan, mukjizat atau apalah sebutannya, yakinlah bahwa itu semua ANDA SENDIRI YANG MENGUNDANGNYA !!!!!!!!
Pernahkan anda mengalami atau mendengar cerita tentang seorang yang gagal menjalin hubungan yang harmonis dan terjerat dengan pola hubungan yang itu-itu saja? Atau, ketika kita bangun tidur dengan perasaan yang tidak enak, kesal tanpa sebab yang jelas dan kemudian diikuti dengan kesialan-kesialan sepanjang hari itu?
Mungkin kita biasa menyebutnya nasib buruk, nasib sial, bad luck atau apapun sebutannya yakinlah bahwa itu semua ANDA SENDIRI YANG MENGUNDANGNYA !!!!!!!!
Namun masalahnya seringkali kita lebih piawai mengundang kesialan kedalam kehidupan kita. Bila kita mengatakan “tidak” pada sesuatu yang tidak kita inginkan, sebetulnya kita justru memberi perhatian dan fokus yang lebih kepada sesuatu yang tidak kita inginkan tersebut. Yang hasilnya justru hal-hal yang tidak kita inginkan itu malah hadir kepada diri kita sendiri. Jika anda menginginkan sesuatu yang tidak anda harapkan, sesungguhnya anda telah menyia-nyiakan kekuatan pikiran anda yang dahsyat. Sebaliknya, jika anda selalu mengharapkan datangnya sesuatu yang memang anda inginkan, maka kemampuan anda untuk mendatangkannya (mewujudkannya) menjadi berlipat ganda.
Maka, sekaranglah saatnya bagi anda untuk berubah. Sehingga pada saatnya nanti, anda akan terbiasa mengalami hal-hal yang luar biasa, sehingga hal-hal yang luar biasa itu pun menjadi hal yang biasa bagi anda.
BERPIKIR POSITIF SAJA TERNYATA TIDAK CUKUP.
Selama ini kita sering mendengar nasehat bahwa kita mesti selalu berpikir positif akan segala situasi serta kondisi yang sedang kita hadapi. Pikiran negatif itu biasanya dianjurkan untuk dilawan dengan berbagai trik sikap mental dan cara berpikir positif yang justru berpotensi menimbulkan konflik batin. Namun kita lupa, bahwa energi apapun yang ditekan akan menekan balik dengan kekuatan sebesar kita menekannya. Pikiran negatif berupa ketakutan dan kekhawatiran untuk beberapa saat sepertinya teratasi, namun sebetulnya sama sekali tidak lenyap. Ia hanya mengendap di pikiran bawah sadar. Jadi, ketika pikiran positif terkulai lemah, perasaan negatif itu akan muncul lagi.
Orang yang salah dalam menerapkan metode seperti ini cederung mudah terserang stres, depresi, dan SDD (Spiritual Deficit Disorder). SDD terjadi ketika misalnya seseorang terobsesi menjadi orang yang lebih baik tetapi malah disconnected dengan perasaannya yang sering dia tekan. Sementara keinginannya untuk sukses mendorongnya untuk selalu berpikir positif, walaupun perasaan hatinya tidak nyaman, tidak enak, tidak percaya diri, dan sebagainya. Perasaan tersebut tidak diindahkan, dan ia terus-menerus berusaha untuk berpikir positif. Tentu saja, yang ia peroleh adalah stres karena merasa sudah berusaha berpikir positif tapi sukses tak kunjung bisa diraihnya.
Kalaupun akhirnya bisa mencapai apa yang diinginkan, ia tidak bisa menikmati proses kehidupannya dengan tenang. Hidupnya menjadi tidak seimbang. Ini menjelaskan mengapa ada pengusaha yang hidupnya berlimpah harta tapi mencoba bunuh diri, atau juga pejabat yang hidupnya serba berkecukupan materi masih merasa miskin sehingga melakukan korupsi.
Ini karena konsep berpikir positif yang selama ini kita pahami, seseorang yang ingin kaya harus menanamkan dalam pikirannya bahwa ia harus memperbesar keinginannya untuk kaya. Tanpa menyadari jurang yang terjadi antara pikiran “ingin kaya” dan perasaan “miskin” yang semakin melebar. Konsep ini mengabaikan pentingnya memerhatikan perasaan pada saat kita berpikir. Dalam hal berpikir positif, ini disebabkan oleh adanya dua jenis pikiran yang saling bertentangan dan dipaksakan untuk dijalankan. Ketika seseorang berpikir (dengan sadar) “saya ingin kaya!” sesungguhnya didalam hati (bawah sadar) ia sedang mengatakan bahwa “saya miskin (karena itu saya ingin kaya)”. Maka semakin kuat ia berteriak “saya ingin kaya”!” maka semakin kuat pula pikran bawah sadarnya menjerit, “saya miskin...!!!” ingatlah bahwa pikiran bawah sadar (perasaan) jauh lebih kuat dari pada pikiran sadar.
Melalui perasaan, anda mengundang apa yang anda pikirkan. Oleh karena perasaan anda adalah “bahan-baku inti” dari pikiran anda. Manfaatkanlah kenyataan ilmiah ini.
Hidup dan berpikir dengan sengaja bukan saja sengaja memilih pikiran positif untuk anda fokuskan. Kalau hanya itu yang anda lakukan maka lama kelamaan pikiran kita menjadi berat. Berpikir dengan sengaja adalah memilih pikiran yang positif sambil memeriksa perasaan anda, hingga terjadi persetujuan dari hati dengan apa yang kita pikirkan sampai rasanya pas dan enak sesuai dengan yang anda inginkan. Anda akan mendapatkan apa yang paling sering anda rasakan sewaktu anda memikirkannya.
HENTIKAN KEBIASAAN “KETERTARIKAN TIDAK SADAR”
Seperti yg telah dibahas di artikel sebelumnya, bahwa pikiran akan menimbulkan getaran. Entah itu positif atau negatif. Entah itu kita inginkan atau tidak kita inginkan. Hukum Ketertarikan (Law of Attraction) akan merespon getaran yg kita pancarkan saat ini. Baik itu getaran positif atau getaran negatif, dia tidak akan menunggu konfirmasi dari kita. Karena memang sifat dari Hukum Ketertarikan (Law of Attraction) adalah bersifat OTOMATIS.
Kita semua sudah biasa menggunakan hukum ketertarikan di dalam kehidupan sehari-hari. Namun seringkali kita lebih piawai menggunakan hukum ini justru untuk menarik hal-hal yang tidak kita inginkan. Kita justru lebih mahir melepaskan getaran-getaran negatif ke semesta secara tidak sadar.
Berikut ini beberapa kebiasaan yg sepertinya sepele namun cukup untuk menarik lebih banyak getaran negatif ke diri kita.
MENGELUH
Kebanyakan orang menyelingi berbagai kegiatanna dengan berbagai keluhan, tanpa menyadari bahwa yg ia lakukan sebenarnya adalah sedang FOKUS pd apa yg ia keluhkan. Maka yg akan terjadi adalah orang itu akan mendapatkan apa yg ia fokuskan (minta) yaitu hal-hal yang ia keluhkan tadi. Inilah rahasia alam yg sering terabaikan : “Anda akan mendapatkan apa yg anda fokuskan !!! Bukan apa yg anda inginkan.” Tidak peduli itu hal yg baik atau buruk, alam vibrasi tidak akan bertanya karena tugasnya hanya memenuhi permintaan anda.
MAKAN SAMPAI KEKENYANGAN
Saat kita makan berlebih dan sampai kekenyangan kita akan merasakan ketidak nyamanan pada diri kita. Dan perasaan tidak nyaman itu akan memancarkan getaran negatif ke semesta, dan semesta pun akan merespon dengan memberikan getaran yg sama dalam jumlah yg berlipat. Apalagi bila dalam keadaan ini kita menjadi orang yg gemar mengumpat. Wah.... tidak bisa dibayangkan. Kombinasi yg dasyat.... hehehehe....
TERLIBAT SECARA EMOSIONAL PADA CURHAT SESEORANG
Menjadi teman curhat itu bagus dan bisa membantu teman. Namun sering kali ada dari kita yg malah terlibat dan terbawa cerita teman curhat kita sampai ikut merasakan kesedihan, kemarahan, kekurangmampuan, dan kesialan dari teman curhat kita. Tanpa kita sadari kita bisa menjadi loyo dan malah memancarkan getaran negatif yg jauh lebih kuat dari teman curhat kita.
Terus bagaimana cara menjaga agar getaran kita tetap positif?
Lain kali bila teman curhat kita menghubungi kita lagi dan mulai menceritakan kesedihan di dalam hidupnya, pekerjaannya yg tidak prospektif, uang pas-pasan, utang yg menumpuk, atau hubungan percintaannya yg buruk. Kita tanyakan saja padanya “JADI APA YG ANDA INGINKAN SEKARANG?”
Dan bila teman curhat kita itu mulai membicarakan apa yg dia inginkan, kata-kata mereka akan berubah, dan getarannya pun berubah positif. Jika getarannya meningkat dan mengimbangi getaran anda, harmonis pula interaksi getaran anda dengannya. Anda harus mempertahankan tingkat getaran anda dan mengendalikan percakapan anda dengan orang lain (terasuk mengatur pilihan kata anda) agar orang lain menjadi bersemangat dan positif. Mudah saja melakukannya: tanyaan pada orang itu, “JADI APA YG ANDA INGINKAN?” pancingan anda itu dapat membantu mereka bersifat lebih positif.
TIDAK IKLAS BERDOA
Jika kehendak hati tidak sinkron dengan kehendak pikiran yg timbul justru kebingungan. Tuhan selalu mengabulkan doa setiap orang. Dan DIA mengabulkan doa yang ada di HATI manusia dan bukan yang terucap di mulutnya. Jadi, bila ada konflik dengan apa yg terucap dimulut dengan yg terasa di hati, maka yg terasa di hati andalah yg terwujud. Manusia akan selalu menerima apa yg ada di hatinya meskipun dia tidak menginginkannya. Hal ini sesuai dengan Hukum Tarik-Menarik (Law of Attraction) yg terjadi di alam semesta yg menyatakan bahwa sesuatu akan menarik sesuatu yg sesuai dengan sifatnya. Sering kita berdoa memohon sesuatu namun didalam hati terdapat keraguan bila doa itu akan terwujud dan hasilnya tentu saja adalah keraguan dan tidak terwujudnya doa kita. Jadi mulai sekarang kita mesti bisa menyelarasan pikiran dan perasaan kita saat kita berdoa. Iklaskanlah doa kita dan yakinlah akan terwujud. Tidak perlu lagi ada keraguan seperti “kalau-kalau, jika-jika, jangan-jangan, maka-maka, iya-iya, enggak-enggak, tapi-tapi” didalam doa kita.
KEMAKMURAN ADALAH SEBUAH POLA PIKIR
Kita sudah tahu bahwa semua perasaan akan menimbulkan getaran, entah positif atau negatif. Kemakmuran juga merupakan perasaan manusia, dan ini sesungguhnya kabar baik bagi anda. Mengapa? Karena semua perasaan dapat dilipat gandakan tanpa batas! Kemakmuran adalah perasaan, dan perasaan itu menimbulkan getaran yang dapat anda tingkatkan intensitas maupun jumlahnya. Namun pada umumnya orang lebih banyak menyia-nyiakan waktu untuk melipat gandakan perasaan kurang, tak mampu, sedih, dan putus asa melalui pikiran dan kata-kata negatif yang mereka ucapkan. Karena kita tahu bahwa perasaan dapat timbul oleh pikiran dan kata-kata, sekarang belajarlah melipat gandakan rasa makmur sejahtera secara sadar dengan mengubah kebiasan berfikir dan berkata-kata yang anda terapkan selama ini.
Hukum Ketertarikan (Law of Attraction) tidak pernah tahu apakah perasaan kita itu timbul karena kita mengingat, berpura-pura, menghayal, merekayasa, membayangkan, atau sedang berangan-angan. Hukum ini hanya merespon getaran yang kita pancarkan saat itu juga, sedangkan pada setiap kesempatan kita hanya bisa mengirimkan satu jenis getaran saja! Dengan sesering mungkin menciptakan getaran kemakmuran secara sadar, kita semakin sering pula mengirimkan getaran itu ke alam semesta, sehingga akan meningkatkan rasa makmur sejahtera di dalam kehidupan kita.
Tugas kita sekarang adalah mempertahankan getaran itu selama dan sesering mungkin. Hebatnya, kita dengan mudah dapat melipatgandakan getaran kemakmuran itu sebanyak dan sebesar yang kita inginkan. Boleh jadi sebenarnya anda sudah makmur sekarang, tetapi tidak menyadarinya, belum pernah membicarakannya atau merayakannya, sehingga getaran positifnya menjadi lemah atau bahkan malah berubah menjadi getaran negatif.
**CATATLAH BUKTI-BUKTI KEMAKMURAN ANDA**
Siapkan catatan harian untuk mencatat semua sumber kemakmuran yang anda dapatkan. Cara ini sangat membantu anda mengenali dan mengakui kemakmuran itu. Catatan harian itu juga menunjukkan adanya bukti bahwa kemakmuran memang ADA dan SUDAH ada di dalam kehidupan anda. Jika anda melihat adanya bukti kemakmuran itu, RAYAKAN dan SYUKURILAH, dan pada saat itu anda akan merasakan getaran positif kemakmuran anda.
Beberapa contoh sumber kemakmura:
• Anda ditraktir makan oleh seseorang
• Anda mendapatkan hadiah
• Anda mendapatkan nasihat atau pelatihan gratis
• Anda mendapatkan tumpangan atau penginapan gratis
• Anda mendapatkan Door Prize
• Anda dapat menjual barang atau jasa
• Anda mendapatkan cek dari klien
• Anda mendapatkan diskon atas barang yang anda beli
• Dan lain-lain
**JANGAN SEKALI-KALI MENOLAK UANG**
Banyak di antara kita yang merasa sungkan atau gengsi kalau ada yang menawarkan untuk membayar makan siang kita, membelikan hadiah cenderamata atau memberi uang. Tak sedikit, dalam situasi seperti itu yang menjawab, “Oh, tak usah, biar saya bayar sendiri, jangan repot-repot,” atau “Ah, jangan begitu, saya jadi tak enak nih!” Kita pasti tak asing dengan jawaban-jawaban seperti itu, bukan?
Semua pernyataan itu menunujukkan orang yang mengucapkannya menolak uang. Jika mau merubah sikap, pasti dengan mudah kita bisa mengucapkan: “Terima kasih, menyenangkan sekali.” Dan kita akan merasa lega luar biasa. Awalnya mungkin kita merasa agak kikuk, namun lama-kelamaan akan terbiasa dan penolakan di dalam diri kita akan memudar dengan sendirinya. Pada gilirannya, perubahan sikap ini akan membuat kita bersikap rela menerima arus uang yang lebih besar. Jangan menolak uang, buang kebiasaan itu sekarang juga!
INSTRUMEN-INSTRUMEN DALAM LAW OF ATTRACTION
1. PENGHARGAAN DAN RASA SYUKUR
Penghargaan dan rasa syukur dapat membantu anda mengirimkan lebih banyak getaran positif yang dasyat. Jika anda menghargai sesuatu, sesungguhnya anda telah memancarkan sebuah perasaan dan getaran kebahagiaan yang murni. Ingatkah anda ketika anda mengucapkan terima kasih yang tulus kepada seseorang, perasaan yang anda alami ketika itu pasti positif bukan.
Luangkanlah waktu untuk menghargai dan mensyukuri apa saja. Yang penting adalah kualitas perasaan yang menyertai ungkapan penghargaan itu. Penghargaan dan rasa syukur membantu anda memancarkan getaran-getaran positif yang dasyat.
Syukuri dan doakan setiap hal yang menggambarkan kemakmuran yang terjadi dalam hidup anda dan di sekitar anda (dalam diri setiap orang dan semua hal yang anda lihat, dengar atau rasakan), dirumah anda, barang-barang milik anda, dan semua (seberapa pun) uang yang saat ini anda miliki. Nyatakan syukur dan terima kasih anda pada itu semua dengan segenap perasaan di dalam hati. Tarik napas dalam-dalam, terima rasa puas itu dan sampaikan terima kasih kepada Tuhan dari dalam hati.
Bila kita bisa selalu menghargai, bersyukur dan berterima kasih kepada siapapun orang yang telah membantu kita, bersyukur akan semua yang kita miliki saat ini, bersyukur akan semua kejadian-kejadian yang menurut anda merupakan suatu kebetulan yang menguntungkan anda, maka semesta pasti akan melipat gandakan semua hal itu.
Namun apabila kita tidak pernah menghargai, bersyukur dan berterima kasih maka hal-hal itu bisa saja malah menjauhi anda. Atau keberuntungan-keberuntungan yang kita terima namun tidak pernah kita syukuri pasti akan malas untuk datang lagi.
Ini serupa dengan hukum MEMBERI=MENERIMA. Karena memang demikianlah hukum alam yang berlaku. Di tingkat kuantum, semua hal sebenarnya melakukan sesuatu hanya untuk (kepada) dirinya sendiri. Di level kuantum apa yang disebut subjek, objek atau predikat ternyata adalah satu : DIA-DIA JUGA.
Jadi ketika anda memberi kepada orang lain pada hakikatnya anda sedang memberi kepada diri anda sendiri. Ketika anda memberi dengan iklas maka justru andalah yang akan menerima kembali dalam jumlah berlipat ganda dari hasil pemberian itu dengan bilangan kuantum (yang hanya diketahui Tuhan).
Dan luar biasanya, karena ini adalah hukum alam, anda tidak harus percaya akan hal ini. Seperti anda tidak perlu percaya hukum gravitasi, lepaskan saja sesuatu dari genggaman anda maka ia akan terjun ke bawah menghantam bumi. Seperi itulah hukum MEMBERI=MENERIMA, lakukan saja pemberian anda dengan penuh syukur tanda merasa ada milik anda yang berkurang, dan saksikanlah apa yang terjadi dengan hidup anda.
2. VISUALISASI
Visualisasi adalah membayangkan sesuatu yang kita idamkan seolah sudah menjadi milik kita. Kita bisa melakukannya dengan cara menghayal, menggunting potongan gambar hal yang kita idamkan kemudian menempelkannya disuatu tempat dimana kita bisa selalu melihatnya, dan juga bisa dengan jalan melihat langsung, meraba atau menaiki hal yang kia idamkan tersebut. Kita bisa datang ke dealer mobil idaman kita kemudian melakukan test drive atau juga bisa dengan datang langsung ke rumah idaman kita untuk sekedar melihat-lihat bentuk ekterior dan interior dari rumah idaman kita tersebut.
Intinya adalah kita membangkitkan perasaan seolah-olah telah memiliki hal-hal yang kita idamkan tersebut. Perasaan tersebut yang akan memancarkan getaran positif ke semesta untuk meresponnya menjadi kenyataan.
3. BIARKAN HUKUM KETERTARIKAN MENEMUKAN CARANYA
Kadang-kadang anda menjadi kewalahan jika harus memikirkan semua keinginan anda bagaimana cara untuk mencapainya. Katakan pada diri sendiri “ini bukan tugas saya. Biar hukum ketertarikan (Law of Attraction) yang menemukan jawabannya bagi saya. Tak usah repot atau risau, karena hukum ketertarikan (Law of Attraction) yang akan mendatangkan hasilnya bagi anda.
Ada kalanya anda harus melakukan beberapa tindakan nyata. Setelah anda membiarkan hukum ketertarikan mencari dan menemukan jawaban yang sesuai dengan keinginan anda, tiba saatnya anda melakukan tindakan yang kongkrit.
Jangan ragu, jangan menunda-nunda, jangan berprasangkan buruk.... LAKUKAN....!!!
KIta mendapatkan apa yg kita Fokuskan
Disini saya memposisikan diri sebagai rekan diskusi bersama teman-teman sekalian, tanpa ada maksud untuk menggurui sebab saya juga sedang dalam proses untuk lebih mendalami tentang Law of Attraction.
Dari beberapa chat, message atau e-mail yg saya dapat banyak dari teman-teman yang mengatakan kepada saya kurang lebih seperti ini, “saya sudah berusaha berpikir positif, dan selalu mencoba memikirkan dan membayangkan hal-hal yg saya inginkan, tetapi kenapa belum juga terkabul?”
Well...... Tuhan selalu mengabulkan doa setiap orang. Dan DIA mengabulkan doa yang ada di HATI manusia dan bukan yang terucap di mulutnya. Jadi, bila ada konflik dengan apa yg terucap dimulut dengan yg terasa di hati, maka yg terasa di hati andalah yg terwujud. Manusia akan selalu menerima apa yg ada di hatinya meskipun dia tidak menginginkannya. Hal ini sesuai dengan Hukum Tarik-Menarik (Law of Attraction) yg terjadi di alam semesta yg menyatakan bahwa sesuatu akan menarik sesuatu yg sesuai dengan sifatnya.
Yg ada di hati anda adalah sama dengan yg selalu anda pikirkan (FOKUSkan). Jadi, ketika anda memikirkan sesuatu (positif atau negatif) secara terus menerus, artina anda sedang mengarahkan energi anda ke sana. Oleh karena sifat pikiran anda yg luar biasa, energi tersebut mulai terkumpul untuk akhirna mewujudkan (menarik) sesuatu yg sesuai dengan fokus pikiran anda.
Anda Mendapatkan Hal-hal yg Anda Fokuskan, Bukan Hal-hal yg Anda Pikirkan.
Kebanyakan orang menyelingi berbagai kegiatanna dengan berbagai keluhan, tanpa menyadari bahwa yg ia lakukan sebenarnya adalah sedang FOKUS pd apa yg ia keluhkan. Maka yg akan terjadi adalah orang itu akan mendapatkan apa yg ia fokuskan (minta) yaitu hal-hal yang ia keluhkan tadi. Inilah rahasia alam yg sering terabaikan : “Anda akan mendapatkan apa yg anda fokuskan !!! Bukan apa yg anda inginkan.” Tidak peduli itu hal yg baik atau buruk, alam vibrasi tidak akan bertanya karena tugasnya hanya memenuhi permintaan anda.
KERAGUAN ADALAH MUSUH UTAMA PENERAPAN LAW OF ATTRACTION
Keraguan adalah getaran negatif yang biasanya timbul karena adanya keyakinan-keyakinan penghambat terwujudnya keinginan. Keyakinan penghambat ini adalah pikiran yang berkali-kali muncul di benak anda. Pikiran-pikiran yang menyabot semua niat-niat dan kenginginan anda dalam meraih sesuatu. Dia adalah suara hati yang memberitahu bahwa anda tak mampu melakukan sesuatu, menjadi seseorang, atau memiliki sesuatu. Setiap kali kita melakukan hal baru dan berbeda, akan selalu ada suara hati yang mengatakan anda tak dapat melakukannya, anda tak cukup cakap, atau anda kemungkinan gagal. Anda cukup menyadari bahwa suara hati itu adalah diri anda. Satu-satunya orang yang menghalangi anda untuk menjalani kehidupan terbaik anda adalah anda sendiri.
BAGAIMANA MENGENALI KEYAKINAN-KEYAKINAN PENGHAMBAT TERSEBUT?
Ada cara yang mudah untuk mengenalinya. Keyakinan-keyakinan penghambat itu mudah ditemukan setelah anda mengucapkan kata “KARENA”.
Contoh :
1. Saya ingin menjadi pengusaha tapi tidak bisa KARENA saya sudah terlalu tua, umur saya 50th.
Dari contoh diatas kita bisa lihat bahwa keyakinan penghambatnya adalah dia merasa sudah terlalu tua untuk mulai membuka usaha.
Setelah keyakinan penghambat ditemukan maka anda tinggal menanyakan pada diri sendiri atau mencari informasi tentang :
1. Apakah saat ini ada orang lain yang melakukan atau memiliki apa yang anda inginkan?
2. Kalau ya, cobalah cari tahu berapa orang yang melakukannya hari ini? Kemarin? Minggu yang lalu? Bulan lalu? Tahun lalu?
Maka dari contoh diatas dapat kita temukan jawabanna:
1. Apakah saat ini ada orang yang berumur 50th ato lebih yang baru saja membuka usaha sendiri? Jawabanna adalah : YA
2. Kalau begitu, berapa banyak orang yg berumur 50 th yang melakukanna hari ini? Kemarin? Minggu lalu? Bulan lalu? Tahun lalu? Jawabanna : Buanyak sekali.
Ingat, keyakinan penghambat itu sebenarnya hanya pikiran negatif yang terus menerus anda pelihara di dalam benak anda. Dengan mudah anda bisa mengubah dan mengatasinya, BILA ANDA MAU.
CARA SEDERHANA MENERAPKAN LAW OF ATTRACTION.
1. ANDA HARUS TAHU APA YANG ANDA INGINKAN
Langkah pertama ini sangat simple, yaitu mengetahui apa yang kita inginkan. Namun kenyataannya kita sering tidak benar-benar mengetahui apa yang kita inginkan. Karena banyak dari kita tanpa disadari hanya berfokus pada apa yang tidak kita inginkan. Contohnya : “Saya tidak ingin punya utang”. Dari kalimat tersebut anda justru fokus kepada kata utang. Dan ketertarikan menarik ketertarikan, like attract like, semesta pun kemudian menyiapkan segala sesuatu serta rentetan kejadian untuk mewujudkan keinginan anda. Dan hasilnya anda semakin dalam terbelit pada utang.
Untuk mengetahui apa yang benar-benar kita inginkan adalah dengan mengetahui apa yang tidak kita inginkan. Coba ambil selembar kertas. Bikin sebuah tabel yang terdiri dari 2 kolom.
Pada kolom sebelah kiri atau kolom A;
Tulislah semua hal yang tidak anda inginkan. Tulis sebanyak-banyaknya. Tulis hingga 30 – 100 statement bahkan lebih hal-hal yang tidak anda sukai, hal-hal yang membuat perasaan anda tidak enak.
Tips dalam mengisi kolom A;
* Tulis statement sebanyak-banyaknya.
* Semangin banyak yang anda tulis, semakin jelas juga apa yang anda inginkan.
Pada kolom sebelah kanan atau kolom B;
Tulislah hal-hal yang anda sukai atau hal-hal yang membuat perasaan anda menjadi enak, dari statemen kolom A. Contoh: Pada Kolom A anda menulis “Saya tidak ingin punya utang”. LALU APA YANG ANDA INGINKAN? Kemudian pada kolom B anda tuliskan “Saya ingin cepat dan mudah membayar tagihan” atau “Saya ingin selalu mempunyai uang lebih”. Begitu seterusnya.
Tips dalam mengisi kolom B:
* Hindari penggunaan kata “TIDAK, JANGAN dan DILARANG”
* Jika lagi-lagi anda menggunakan kata TIDAK, JANGAN dan DILARANG, maka tanyakanlah ke diri anda, “Lalu apa yang saya inginkan ?”
Setelah selesai baca kembali statement anda pada kolom B dan coret semua yang ada di kolom A. Kini anda sudah tahu apa yang anda inginkan.
2. FOKUS DAN BERI PERHATIAN PADA KEINGINAN ANDA
Orang sukses tahu dimana meletakkan fokus pikirannya. Meski ada hambatan saat berjalan menuju tujuan, ia tidak pernah mengeluh. Konsentrasinya tetap pada tujuan yang diinginkannya.
Sebutlah anda memiliki sebuah mobil yang sudah sering rusak dan menginginkan mobil yang baru. Tujuan anda adalah mengganti mobil baru, tapi perhatian anda terjebak pada mobil lama. Anda lebih banyak mengeluh tentang mobil lama yang sering mogok, sering masuk bengkel, membuat pengeluaran bertambah banyak, dan seterusnya. Maka mobil baru pun jauh dari pencapaian karena anda meletakkan fokus pada penderitaan saat ini, bukan pada apa kebahagiaan yang anda inginkan.
PERHATIAN anda harus fokus pada apa yang menjadi keinginan anda. Pada tahap pertama lalu kita sudah menemukan apa yang menjadi keinginan anda. Maka sekarang fokuslah pada keinginan itu.
3. BERSYUKUR DAN BIARKAN KEINGINAN ITU MENJADI NYATA
Langkah berikut ini mempunyai kekuatan yang sangat dahsyat namun sering diabaikan karena agak sulit ditangkap logika. Disini kita bersyukur karena membayangkan hal-hal yang kita doakan (inginkan) sudah terkabul. Dengan kata lain, kita seolah benar-benar melihat, mendengar, merasakan dengan sepenuh hati bahwa doa (keinginan) kita sudah terwujud, karena itu kita bersyukur. Ini seperti anda sudah melunasi pembayaran (syukur) di muka, meskipun pesanan (doa / keinginan) anda belum anda terima. Ini adalah langkah yang paling mudah namun juga paling sulit dilakukan, terutama untuk mereka yang terlalu rasional dan analitis. Hal ini karena kita seperti pura-pura percaya bahwa keinginan kita sudah terkabul. Sesungguhnya, semesta selalu merespon setiap pikiran dan perasaan kita dan memproses perwujudannya. Dan keyakinan kita untuk bersyukur akan memastikan kelancaran proses itu, sedangkan keraguan kita akan menghambat dan merusak proses terkabulnya keinginan kita.
Keraguan adalah musuh utama dalam langkah ini. Maka buanglah perasaan ragu itu jauh-jauh. Dan yang terpenting adalah anda harus selalu berada dalam suasana hati yang gembira.
Semoga bermanfaat.
Hukum Tarik Menarik / Law of Attraction
Law of Attraction adalah hukum universal yang berlaku setiap saat. Sederhananya, hukum ini berarti “like attracts like” –atau “ketertarikan menarik ketertarikan”. Law of Attraction menegaskan bahwa energi pikiran dan energi yang diproyeksikan akan menarik energi serupa. Akibatnya kita menarik kedalam kehidupan kita hal-hal yang sesuai dengan pikiran kita dan energi yang kita proyeksikan. Dengan kata lain, kita menarik ke dalam kehidupan kita apa pun yang menjadi target perhatian sadar kita.
Hukum universal ini adalah perangkat lama yang telah diterapkan para pemikir dan guru terhebat dimasa lalu, yang mereka lakukan tanpa mengetahui dasar ilmiahnya! Untungnya , kita semua bisa mengaksesnya melalui pemahaman kita yang bertambah, dan kini hampir semua orang sukses zaman sekarang menggunakannya untuk membuat perubahan penting dalam kehidupan mereka.
Pemahaman kita tentang Law of Attraction meningkat seiring bertambahnya pengetahuan kita tentang fisika quantum. Anda tiak perlu memahami semua rincian rumit untuk mengetahui cara kerjanya. Seluruh aspek diri kita—tubuh kita, daya pikir kita, keseluruhan kita—seluruhnya tebuat dari energi. Ini termasuk pikiran kita! Segala hal yang ada, dari kotoran dibawah kuku anda ke bintang paling jauh di galaksi paling jauh, terbuat dari energi murni! Ini bukan teori—ini kenyataan.
CARA KERJANYA
Law of Attraction selalu bekerja, apapun keyakinan anda atau kesadaran anda berkenaan dengan kehadirannya. Kita selalu menarik ke dalam kehidupan kita (entah disengaja atau tidak) apa yang kita pancarkan ke dalam semesta.
Objek fokus anda akan berkembang. Pikiran anda menciptakan realitas anda. Bila anda memikirkan dan merasakan hal-hal yang negatif, anda akan memancarkan energi negatif. Karenanya, anda akan menarik kejadian, orang, dan hal negatif ke dalam kehidupan anda. Bila anda memikirkan dan merasakan hal-hal positif, anda memancarkan energi positif. Hasilnya, anda akan menarik kejadian, orang, dan hal positif ke dalam kehidupan anda. Pemahaman dan penerapan hukum universal ini dengan benar adalah kunci mencapai kesuksesan terbesar dalam semua bidang kehidupan anda.
CARA MENERAPKAN HUKUM UNIVERSAL INI
Dalam menggunakan pengetahuan ini untuk mengubah kehidupan anda, anda harus tahu bahwa anda menerapkan hukum universal ini meskipun tidak menyadarinya! Anda mengirim energi positif atau negatif ke alam semesta. Ketertarikan menarik ketertarikan; apapun yan anda kirim ke alam semesta akan kembali kepada anda. Anda sedang mengirim energi saat ini, detik ini.
Apa yang anda rasakan sekarang? Apakah anda merasa baik, atau anda merasa buruk? Bila anda merasa baik, anda mengirim energi positif; bila anda merasa buruk, anda mengirim energi negatif. Sesederhana itu.
Bila anda ingin menjalankan kehidupan terbaik anda, anda harus melakukannya dengan menghentikan energi negatif yang anda kirim dan sebaliknya memancarkan energi positif—setiap saat.
Dengan mengubah pikiran, bahasa, dan, yang terpenting, emosi anda, anda akan menguasai hukum ini. Camkan, proses ini mirip dengan menggunakan otot yang belum tumbuh—diperlukan waktu untuk menjadikannya efisien dan “otomatis”.