Jumat, 26 Februari 2010

JADILAH SEORANG AHLI SYUKUR

JADILAH SEORANG AHLI SYUKUR


“Dari yakinku teguh, Hati iklasku penuh, Akan karunia-MU.....”

Kutipan lagu “Syukur” diatas sering saya dengar sejak dari SD sampai SMA pas waktu upacara bendera. Pentingnya rasa syukur memang sudah sering kita dengar, baik dari pelajaran agama apapun maupun dari lingkungan sekitar kita. Saya yang lahir dan besar di Bali waktu saya kecil sering mendengar orang-orang yang selalu bersyukur apabila mendapatkan kejadian atau sesuatu yang mereka anggap menyenangkan. Bahkan ketika mereka tertimpa musibah pun akan selalu bersyukur. Saya masih ingat ketika seorang anak tetangga saya jatuh dari pohon mangga dan menderita luka-luka, orang tuanya melihat dan menolongnya sambil berucap, “Syukur kakinya tidak patah.” Atau paman dari teman saya yang mengalami kecelakaan lalu lintas hingga mengakibatkan kaki dan tangannya patahpun masih bisa melafaskan kalimat sukur seperti ini “syukurlah saya masih selamat dari kecelakaan sehebat itu.”

Namun seiring jalannya waktu dan perkembangan jaman, para ahli syukur seperti diatas makin sedikit. Yang banyak justru para ahli keluh dan bahkan para ahli umpat. Mereka begitu mudahnya mengeluh bahkan mengumpat. Dan semua keluhan serta umpatan itu mereka lakukan baik secara sepontan keluar dari bibirnya maupun yg mereka tuliskan di status facebooknya sebagai contoh.

Alangkah indahnya bila semua keluhan dan umpatan itu kita ganti dengan kalimat syukur. Karena apapun yang kita alami MESTI KITA SYUKURI. Apapun itu. Baik maupun buruk. Karena syukur itu sama pengertiannya dengan menerima dan merasakan nikmat dari Tuhan yang menciptakan dunia berpasang-pasangan (baik-buruk).

Terus bagaimana cara bersyukur? Masih sering kita(termasuk saya) yang keliru dalam menerapkan rasa syukur. Sekedar mengucapkan dibibir dan tidak merasakannya di hati. Padahal syukur adalah kemampuan kita untuk menikmati apa yang sedang kita alami. Mengucapkan syukur saja tanpa benar-benar merasakannya sama artinya dengan tidak jujur pada diri sendiri, karena mengatakan apa yang tidak dirasakan.

Sering kali kita juga cenderung sulit mensyukuri dan menikmati apa yang sudah kita miliki karena terlalu mengharapkan yang belum dimiliki. Itu karena yang aktif bekerja adalah pikirannya dan bukan hatinya. Akibatnya, selain sulit untuk bersyukur juga menjadi mudah mengeluh. Dan celakanya, saat mengeluh kita justru melakukannya dengan sepenuh hati. Benar-benar dirasakan. Ingat, kekuatan perasaan jauh lebih besar daripada kekuatan pikiran, sehingga dengan begitu apa yang kita keluhkan itulah yang sering mendatangi kita.

Jadi cara terbaik bersyukur adalah dengan mengenali dan menghayati rasa nikmat sekecil apapun dalam menjalani kehidupan sehari-hari, sambil melantunkan lafas syukur dari bibir kita seperti (Alhamdullilah, Puji Tuhan, Astungkhara, dan lain sebagainya). Apapun yang sedang terjadi, baik maupun buruk, sebaiknya semua dihayati dan dinikmati.

Biasakanlah untuk selalu bersyukur. Karena kebiasaan yang dilakukan secara terus menerus, akan menjadi keahlian. Jadilah ahli syukur dan bukannya ahli keluh.......

Terus, syukur dan sukses, adakah kaitannya? Ah, jangan ditanya. Erat sekali kaitannya. Anda sudah baca buku kecil berpengaruh besar The Secret? Dipaparkan di sana, syukur adalah anak tangga mutlak untuk memastikan kesuksesan. Wejangan si pengarang, "Bayangkanlah hal-hal yang Anda dambakan dengan penuh rasa syukur, seakan-akan Anda sudah menerimanya. Dengan demikian, Anda akan menerimanya segera!" Inilah hasil kerja dari hukum tarik-menarik (law of attraction) yang universal.

Dan yang perlu diingat :
“Seluruh proses menuju kekayaan mental, material dan spiritual dapat di ringkas dengan satu kata : “SYUKUR...!!!!!”

Jumat, 12 Februari 2010

GEJALA KEDAMAIAN HATI

GEJALA KEDAMAIAN HATI

1. Kecenderungan untuk berpikir dan bertindak secara spontan ketimbang bertindak berdasarkan rasa takut terkait pengalaman masa lalu.
2. Kemampuan jelas untuk menikmati saat ini.
3. Hilangnya minat untuk menilai orang lain.
4. Hilangnya minat untuk menilai diri sendiri.
5. Hilangnya minat untuk menafsirkan tindakan orang lain.
6. Ketidakmampuan untuk merasa cemas (INI GEJALA SERIUS....!!!!!)
7. Kerap memberi penghargaan.
8. Kerap Tersenyum.
9. Meningkatnya kecenderungan untuk membiarkan sesuatu terjadi ketimbang membuat sesuatu terjadi.
10. Meningkatnya kepekaan pada cinta yang diberikan orang lain dan dorongan tak terkendali untuk memberikan cinta.

Hentikan Kebiasaan Merasa Tidak Bahagia

Hentikan Kebiasaan Merasa Tidak Bahagia

Sebetulnya bahagia dan kecewa itu adalah keputusan kita sendiri. Kitalah yg menentukan suatu keadaan/peristiwa itu sebagai sesuatu yg membahagiakan atau malah mengecewakan. Ketika mendapatkan sebuah hadiah, lulus sekolah, dan naik pangkat biasanya kita akan merasa gembira. Kenapa kita merasa gembira pada saat itu? Itu karena kita sendiri yg memutuskan untuk merasa gembira. Sedangkan ketika kita dipecat dari perusahaan tempat kita bekerja, tidak lulus kuliah atau lagi putus cinta seringkali kita merasa kecewa. Kenapa kita merasa kecewa? Karena kita sendiri yg memutuskan untuk kecewa.

Semua itu adalah keputusan kita sendiri. Jadi putuskanlah untuk selalu merasa bahagia. Cara termudah melakukannya adalah dengan memisahkan antara fakta dan penafsiran kita akan suatu situasi tersebut.

Misalnya kita baru saja dipecat dari perusahaan tempat kita bekerja. Faktanya adalah kita sudah bekerja di perusahaan itu selama bertahun-tahun dan sekarang kita sudah dipecat serta tidak bekerja lagi di perusahaan itu. Itulah faktanya. TITIK. Semua yg lain adalah penafsiran kita sendiri.

Atau misalnya kita baru saja putus cinta karena memergoki pasangan kita selingkuh didepan mata kita. Faktanya adalah pasangan kita itu menghianati kepercayaan yg kita berikan padanya dan sekarang dia bukan kekasih kita lagi. Itu faktanya. TITIK. Semua yg lain adalah penafsiran kita sendiri.

Kebahagiaan itu bukanlah tujuan. Kebahagian itu adalah proses. Kita tidak mesti sukses dulu dalam suatu bidang baru kemudian merasa bahagia. Namun kita mesti bisa merasa bahagia dulu untuk sukses. SUKSES KARENA BAHAGIA dan BUKAN BAHAGIA KARENA SUKSES.

Disini pentingnya perasaan syukur yg bersemayam dihati kita. Bersyukur akan setiap keadaan dan situasi yg kita hadapi.
Bila kita mempunyai pasangan hidup yg cerewetnya luar biasa, bersyukurlah karena paling tidak dari pasangan kita yg cerewet itu kita akan belajar untuk bersabar.
Atau bila kita mempunyai bos yg gemar menghukum atau memberi denda atas kesalahan kita, bersyukurlah karena paling tidak dari bos yg otoriter seperti itu kita akan belajar disiplin.

Orang yg selalu bersyukur adalah orang yg tidak membedakan antara kerja dan doanya. Ketika dia bekerja sebetulnya dia sedang berdoa dengan bahasa tubuhnya (outer work), dan ketika dia berdoa sebetulnya dia sedang bekerja dengan bahasa jiwanya (inner work). Jadi alangkah hebatnya orang yg selalu berdoa seolah-olah tidak ada orang yg bisa membantunya selain tuhan, dan disamping itu dia selalu berusaha seolah-olah tuhan pun tak dapat membantunya.

Kita adalah tuan dari pikiran dan perasaan kita sendiri. Jadi selalu lah memilih pikiran dan perasaan kita dengan sengaja. Sekali lagi DENGAN SENGAJA. Pilihlah pikiran dan perasaan yg positif, yg membahagiakan, yg menguatkan diri kita dan orang-orang disekitar kita.

Mensyukuri dan Mengiklaskan Keinginan Kita

Dalam mengaktifasi Law of Attraction, syukur dan iklas adalah dua sikap yang mesti bisa kita kuasai. Bila kita terampil mengakses rasa syukur dan iklas di hati kita, pastilah segala kemudahan dan keinginan yang ada di hati bisa dengan mudah terwujud. Bahkan semua agama mengajarkan kepada kita umatnya untuk selalu bersyukur. Syukur yang bukan hanya terucap di mulut, bukan cuma terpikirkan di kepala, namun syukur yang terasa di hati.

Seluruh proses menuju kekayaan mental, material dan spiritual dapat diringkas dengan satu kata : “SYUKUR”

Syukuri apa yang sudah kita miliki saat ini, syukuri segala pencapaian kita selama ini dan ini yang paling penting : syukuri keinginan kita seolah-olah telah terwujud di depan kita. Langkah ini sering diabaikan karena agak sulit ditangkap logika. Disini kita bersyukur karena membayangkan hal yg kita doakan sudah terkabul. Dengan kata lain, kita seolah-olah sudah melihat, mendengar dan merasakan sepenuh hati bahwa doa kita sudah terwujud, karena itu kita bersyukur. Ini seperti kita sudah melunasi pembayaran (syukur) di muka, meskipun pesanan (doa) kita belum kita terima. Ini adalah langkah yg paling mudah sekaligus yg paling sulit dilakukan, terutama untuk mereka yg terlalu rasional dan analitis.

Langkah berikutnya adalah mengikhlaskan doa kita. Yakinlah doa kita akan dikabulkan. Jangan pernah ada keraguan sedikitpun. Teruslah berdoa sampai kita melupakannya (karena merasa telah memilikinya). Disinilah seninya. Gampang-gampang susah memang. Namun bagi kita yg telah terampil menerapkan ini (meminta, bersyukur, dan kemudian mengiklaskannya) pasti akan merasa bahwa keinginan-keinginannya begitu mudah mewujud.

HATI-HATI DENGAN DOA KITA

DOA = PIKIRAN + PERASAAN
Bila perasaan dan pikiran kita baik dan positif maka baik juga untuk kita. Namun bila pikiran dan perasaan kita negatif maka negatif pula dampaknya untuk kita. Di tingkat doa (Pikiran+Perasaan) yang namanya subyek, obyek dan predikat itu adalah satu, dia-dia juga. Bila kita kesal dan menyumpahi seseorang dengan segenap pikiran dan perasaan kita, sebenarnya kita sedang mendoakan keburukan untuk diri kita sendiri. Bahkan diri kita saat ini pun merupakan doa (pikiran+perasaan) kita dimasa lampau.

Tuhan selalu mengabulkan doa kita dan memberikan kita sesuatu yg terbaik menurutNYA, bukan yg terbaik menurut kita.

Ada orang yg berdoa mohon diberikan kesabaran hati, dan Tuhan mengabulkannya dengan memberikan cobaan-cobaan yg beruntun. Bukankah itu merupakan suatu hal yg logis? Bagaimana lagi Tuhan mengajarkan kesabaran yg dia minta kalau tidak melalui berbagai cobaan tersebut? Jadi jangan sembarangan berdoa, kalau meminta diberikan kesabaran, kita harus betul-betul siap dan sadar untuk menerima semua latihan kesabaran yg diberikan Tuhan.

MENGINDERAKAN IMPIAN

MENGINDERAKAN IMPIAN


Semua orang pasti punya keinginan dan impian. Hanya saja ada yg jelas, ada juga yg samar-samar. Banyak orang hanya berangan-angan atas impiannya, tapi tidak banyak yg mendapatkanya? Kenapa? Karena mereka tidak terlibat secara emosional atas impiannya itu. Jika impian tidak menyentuh batas emosional kita dan merasuk kebawah sadar kita, tersandung sedikit hambatan di depan, maka kita akan lekas menyerah. Oleh keren itu, salah satu cara mempercepat impian adalah dengan menginderakannya.

Terus bagaimana caranya menginderakan impian kita? Ya dengan cara mendatanginya. Beranikah anda mendatangi impian anda? Misalnya, jika anda punya impian membeli mobil, beranikah anda dalam waktu 3 hari ini datang ke show room mobil untuk sekedar melihat-lihat? Mungkin anda berfikir , “ Wong gak punya duit kok tanya-tanya”. Hehehe.... emang nanya pake duit? Kan cukup pake mulut saja alias tidak bayar. Setelah bertanya, sempatkan juga untuk test drive jika memungkinkan atau setidaknya men-starter mesinnya saja. Jangan bilang gak punya duit lagi ya, sekedar test mesin aja kan gak pake duit?

Apapun impian anda, punya mobil mewah, rumah mewah, naik haji, punya pasangan ideal, inderakan impian itu senyata mungkin. Namun syaratnya anda harus memiliki keyakinan yang bulat untuk mencapainya. Bukankah banyak hal banyak hal yang tadinya anda pikir tidak mungkin, saat ini menjadi mungkin? Maka ulanglah keyakinan itu dan keajaiban pun akan terjadi.

Bagaimana dengan impian anda membuka usaha? Pernahkah anda menanyakan berapa sewa tempat usaha yg strategis? Atau sekedar mewawancarai pemilik warung makan yg teramai di kota anda? Berapa omzetnya sebulan, bagaimana dia memulai usahanya? Tidak ada bedanya saat anda mengejar kekasih anda. Modalnya berani malu, berani ditolak, asalkan tidak melanggar hukum atau keselamatan anda.

Sukses dimulai dari menghidupkan impian kita. Dengan melihat, mencoba dan mengetahui detail tentang apa yg kita inginkan, secara tidak sadar telah meminta panca indera kita untuk mendukung memenuhi impian kita.

MENGUNDANG KEAJAIBAN

MENGUNDANG KEAJAIBAN

Pernahkah anda menyaksikan sesuatu yang anda inginkan tiba-tiba hadir begitu saja di depan mata anda? Atau, ketika anda memikirkan seseorang, tiba-tiba saja anda menjumpainya di jalan? Atau juga ketika anda menghadapi suatu masalah yang rumit yang sepertinya sulit dipecahkan, yang membuat anda pasrah dan menyerah, namun tiba-tiba solusinya melintas begitu saja dipikiran anda?

Mungkin kita biasa menyebutnya dengan kata keajaiban, kebetulan, mukjizat atau apalah sebutannya, yakinlah bahwa itu semua ANDA SENDIRI YANG MENGUNDANGNYA !!!!!!!!

Pernahkan anda mengalami atau mendengar cerita tentang seorang yang gagal menjalin hubungan yang harmonis dan terjerat dengan pola hubungan yang itu-itu saja? Atau, ketika kita bangun tidur dengan perasaan yang tidak enak, kesal tanpa sebab yang jelas dan kemudian diikuti dengan kesialan-kesialan sepanjang hari itu?

Mungkin kita biasa menyebutnya nasib buruk, nasib sial, bad luck atau apapun sebutannya yakinlah bahwa itu semua ANDA SENDIRI YANG MENGUNDANGNYA !!!!!!!!

Namun masalahnya seringkali kita lebih piawai mengundang kesialan kedalam kehidupan kita. Bila kita mengatakan “tidak” pada sesuatu yang tidak kita inginkan, sebetulnya kita justru memberi perhatian dan fokus yang lebih kepada sesuatu yang tidak kita inginkan tersebut. Yang hasilnya justru hal-hal yang tidak kita inginkan itu malah hadir kepada diri kita sendiri. Jika anda menginginkan sesuatu yang tidak anda harapkan, sesungguhnya anda telah menyia-nyiakan kekuatan pikiran anda yang dahsyat. Sebaliknya, jika anda selalu mengharapkan datangnya sesuatu yang memang anda inginkan, maka kemampuan anda untuk mendatangkannya (mewujudkannya) menjadi berlipat ganda.

Maka, sekaranglah saatnya bagi anda untuk berubah. Sehingga pada saatnya nanti, anda akan terbiasa mengalami hal-hal yang luar biasa, sehingga hal-hal yang luar biasa itu pun menjadi hal yang biasa bagi anda.

BERPIKIR POSITIF SAJA TERNYATA TIDAK CUKUP.

BERPIKIR POSITIF SAJA TERNYATA TIDAK CUKUP.

Selama ini kita sering mendengar nasehat bahwa kita mesti selalu berpikir positif akan segala situasi serta kondisi yang sedang kita hadapi. Pikiran negatif itu biasanya dianjurkan untuk dilawan dengan berbagai trik sikap mental dan cara berpikir positif yang justru berpotensi menimbulkan konflik batin. Namun kita lupa, bahwa energi apapun yang ditekan akan menekan balik dengan kekuatan sebesar kita menekannya. Pikiran negatif berupa ketakutan dan kekhawatiran untuk beberapa saat sepertinya teratasi, namun sebetulnya sama sekali tidak lenyap. Ia hanya mengendap di pikiran bawah sadar. Jadi, ketika pikiran positif terkulai lemah, perasaan negatif itu akan muncul lagi.

Orang yang salah dalam menerapkan metode seperti ini cederung mudah terserang stres, depresi, dan SDD (Spiritual Deficit Disorder). SDD terjadi ketika misalnya seseorang terobsesi menjadi orang yang lebih baik tetapi malah disconnected dengan perasaannya yang sering dia tekan. Sementara keinginannya untuk sukses mendorongnya untuk selalu berpikir positif, walaupun perasaan hatinya tidak nyaman, tidak enak, tidak percaya diri, dan sebagainya. Perasaan tersebut tidak diindahkan, dan ia terus-menerus berusaha untuk berpikir positif. Tentu saja, yang ia peroleh adalah stres karena merasa sudah berusaha berpikir positif tapi sukses tak kunjung bisa diraihnya.

Kalaupun akhirnya bisa mencapai apa yang diinginkan, ia tidak bisa menikmati proses kehidupannya dengan tenang. Hidupnya menjadi tidak seimbang. Ini menjelaskan mengapa ada pengusaha yang hidupnya berlimpah harta tapi mencoba bunuh diri, atau juga pejabat yang hidupnya serba berkecukupan materi masih merasa miskin sehingga melakukan korupsi.

Ini karena konsep berpikir positif yang selama ini kita pahami, seseorang yang ingin kaya harus menanamkan dalam pikirannya bahwa ia harus memperbesar keinginannya untuk kaya. Tanpa menyadari jurang yang terjadi antara pikiran “ingin kaya” dan perasaan “miskin” yang semakin melebar. Konsep ini mengabaikan pentingnya memerhatikan perasaan pada saat kita berpikir. Dalam hal berpikir positif, ini disebabkan oleh adanya dua jenis pikiran yang saling bertentangan dan dipaksakan untuk dijalankan. Ketika seseorang berpikir (dengan sadar) “saya ingin kaya!” sesungguhnya didalam hati (bawah sadar) ia sedang mengatakan bahwa “saya miskin (karena itu saya ingin kaya)”. Maka semakin kuat ia berteriak “saya ingin kaya”!” maka semakin kuat pula pikran bawah sadarnya menjerit, “saya miskin...!!!” ingatlah bahwa pikiran bawah sadar (perasaan) jauh lebih kuat dari pada pikiran sadar.

Melalui perasaan, anda mengundang apa yang anda pikirkan. Oleh karena perasaan anda adalah “bahan-baku inti” dari pikiran anda. Manfaatkanlah kenyataan ilmiah ini.

Hidup dan berpikir dengan sengaja bukan saja sengaja memilih pikiran positif untuk anda fokuskan. Kalau hanya itu yang anda lakukan maka lama kelamaan pikiran kita menjadi berat. Berpikir dengan sengaja adalah memilih pikiran yang positif sambil memeriksa perasaan anda, hingga terjadi persetujuan dari hati dengan apa yang kita pikirkan sampai rasanya pas dan enak sesuai dengan yang anda inginkan. Anda akan mendapatkan apa yang paling sering anda rasakan sewaktu anda memikirkannya.

HENTIKAN KEBIASAAN “KETERTARIKAN TIDAK SADAR”

HENTIKAN KEBIASAAN “KETERTARIKAN TIDAK SADAR”


Seperti yg telah dibahas di artikel sebelumnya, bahwa pikiran akan menimbulkan getaran. Entah itu positif atau negatif. Entah itu kita inginkan atau tidak kita inginkan. Hukum Ketertarikan (Law of Attraction) akan merespon getaran yg kita pancarkan saat ini. Baik itu getaran positif atau getaran negatif, dia tidak akan menunggu konfirmasi dari kita. Karena memang sifat dari Hukum Ketertarikan (Law of Attraction) adalah bersifat OTOMATIS.

Kita semua sudah biasa menggunakan hukum ketertarikan di dalam kehidupan sehari-hari. Namun seringkali kita lebih piawai menggunakan hukum ini justru untuk menarik hal-hal yang tidak kita inginkan. Kita justru lebih mahir melepaskan getaran-getaran negatif ke semesta secara tidak sadar.

Berikut ini beberapa kebiasaan yg sepertinya sepele namun cukup untuk menarik lebih banyak getaran negatif ke diri kita.

MENGELUH
Kebanyakan orang menyelingi berbagai kegiatanna dengan berbagai keluhan, tanpa menyadari bahwa yg ia lakukan sebenarnya adalah sedang FOKUS pd apa yg ia keluhkan. Maka yg akan terjadi adalah orang itu akan mendapatkan apa yg ia fokuskan (minta) yaitu hal-hal yang ia keluhkan tadi. Inilah rahasia alam yg sering terabaikan : “Anda akan mendapatkan apa yg anda fokuskan !!! Bukan apa yg anda inginkan.” Tidak peduli itu hal yg baik atau buruk, alam vibrasi tidak akan bertanya karena tugasnya hanya memenuhi permintaan anda.

MAKAN SAMPAI KEKENYANGAN
Saat kita makan berlebih dan sampai kekenyangan kita akan merasakan ketidak nyamanan pada diri kita. Dan perasaan tidak nyaman itu akan memancarkan getaran negatif ke semesta, dan semesta pun akan merespon dengan memberikan getaran yg sama dalam jumlah yg berlipat. Apalagi bila dalam keadaan ini kita menjadi orang yg gemar mengumpat. Wah.... tidak bisa dibayangkan. Kombinasi yg dasyat.... hehehehe....

TERLIBAT SECARA EMOSIONAL PADA CURHAT SESEORANG
Menjadi teman curhat itu bagus dan bisa membantu teman. Namun sering kali ada dari kita yg malah terlibat dan terbawa cerita teman curhat kita sampai ikut merasakan kesedihan, kemarahan, kekurangmampuan, dan kesialan dari teman curhat kita. Tanpa kita sadari kita bisa menjadi loyo dan malah memancarkan getaran negatif yg jauh lebih kuat dari teman curhat kita.
Terus bagaimana cara menjaga agar getaran kita tetap positif?
Lain kali bila teman curhat kita menghubungi kita lagi dan mulai menceritakan kesedihan di dalam hidupnya, pekerjaannya yg tidak prospektif, uang pas-pasan, utang yg menumpuk, atau hubungan percintaannya yg buruk. Kita tanyakan saja padanya “JADI APA YG ANDA INGINKAN SEKARANG?”
Dan bila teman curhat kita itu mulai membicarakan apa yg dia inginkan, kata-kata mereka akan berubah, dan getarannya pun berubah positif. Jika getarannya meningkat dan mengimbangi getaran anda, harmonis pula interaksi getaran anda dengannya. Anda harus mempertahankan tingkat getaran anda dan mengendalikan percakapan anda dengan orang lain (terasuk mengatur pilihan kata anda) agar orang lain menjadi bersemangat dan positif. Mudah saja melakukannya: tanyaan pada orang itu, “JADI APA YG ANDA INGINKAN?” pancingan anda itu dapat membantu mereka bersifat lebih positif.

TIDAK IKLAS BERDOA
Jika kehendak hati tidak sinkron dengan kehendak pikiran yg timbul justru kebingungan. Tuhan selalu mengabulkan doa setiap orang. Dan DIA mengabulkan doa yang ada di HATI manusia dan bukan yang terucap di mulutnya. Jadi, bila ada konflik dengan apa yg terucap dimulut dengan yg terasa di hati, maka yg terasa di hati andalah yg terwujud. Manusia akan selalu menerima apa yg ada di hatinya meskipun dia tidak menginginkannya. Hal ini sesuai dengan Hukum Tarik-Menarik (Law of Attraction) yg terjadi di alam semesta yg menyatakan bahwa sesuatu akan menarik sesuatu yg sesuai dengan sifatnya. Sering kita berdoa memohon sesuatu namun didalam hati terdapat keraguan bila doa itu akan terwujud dan hasilnya tentu saja adalah keraguan dan tidak terwujudnya doa kita. Jadi mulai sekarang kita mesti bisa menyelarasan pikiran dan perasaan kita saat kita berdoa. Iklaskanlah doa kita dan yakinlah akan terwujud. Tidak perlu lagi ada keraguan seperti “kalau-kalau, jika-jika, jangan-jangan, maka-maka, iya-iya, enggak-enggak, tapi-tapi” didalam doa kita.

KEMAKMURAN ADALAH SEBUAH POLA PIKIR

KEMAKMURAN ADALAH SEBUAH POLA PIKIR


Kita sudah tahu bahwa semua perasaan akan menimbulkan getaran, entah positif atau negatif. Kemakmuran juga merupakan perasaan manusia, dan ini sesungguhnya kabar baik bagi anda. Mengapa? Karena semua perasaan dapat dilipat gandakan tanpa batas! Kemakmuran adalah perasaan, dan perasaan itu menimbulkan getaran yang dapat anda tingkatkan intensitas maupun jumlahnya. Namun pada umumnya orang lebih banyak menyia-nyiakan waktu untuk melipat gandakan perasaan kurang, tak mampu, sedih, dan putus asa melalui pikiran dan kata-kata negatif yang mereka ucapkan. Karena kita tahu bahwa perasaan dapat timbul oleh pikiran dan kata-kata, sekarang belajarlah melipat gandakan rasa makmur sejahtera secara sadar dengan mengubah kebiasan berfikir dan berkata-kata yang anda terapkan selama ini.

Hukum Ketertarikan (Law of Attraction) tidak pernah tahu apakah perasaan kita itu timbul karena kita mengingat, berpura-pura, menghayal, merekayasa, membayangkan, atau sedang berangan-angan. Hukum ini hanya merespon getaran yang kita pancarkan saat itu juga, sedangkan pada setiap kesempatan kita hanya bisa mengirimkan satu jenis getaran saja! Dengan sesering mungkin menciptakan getaran kemakmuran secara sadar, kita semakin sering pula mengirimkan getaran itu ke alam semesta, sehingga akan meningkatkan rasa makmur sejahtera di dalam kehidupan kita.

Tugas kita sekarang adalah mempertahankan getaran itu selama dan sesering mungkin. Hebatnya, kita dengan mudah dapat melipatgandakan getaran kemakmuran itu sebanyak dan sebesar yang kita inginkan. Boleh jadi sebenarnya anda sudah makmur sekarang, tetapi tidak menyadarinya, belum pernah membicarakannya atau merayakannya, sehingga getaran positifnya menjadi lemah atau bahkan malah berubah menjadi getaran negatif.


**CATATLAH BUKTI-BUKTI KEMAKMURAN ANDA**

Siapkan catatan harian untuk mencatat semua sumber kemakmuran yang anda dapatkan. Cara ini sangat membantu anda mengenali dan mengakui kemakmuran itu. Catatan harian itu juga menunjukkan adanya bukti bahwa kemakmuran memang ADA dan SUDAH ada di dalam kehidupan anda. Jika anda melihat adanya bukti kemakmuran itu, RAYAKAN dan SYUKURILAH, dan pada saat itu anda akan merasakan getaran positif kemakmuran anda.

Beberapa contoh sumber kemakmura:
• Anda ditraktir makan oleh seseorang
• Anda mendapatkan hadiah
• Anda mendapatkan nasihat atau pelatihan gratis
• Anda mendapatkan tumpangan atau penginapan gratis
• Anda mendapatkan Door Prize
• Anda dapat menjual barang atau jasa
• Anda mendapatkan cek dari klien
• Anda mendapatkan diskon atas barang yang anda beli
• Dan lain-lain


**JANGAN SEKALI-KALI MENOLAK UANG**

Banyak di antara kita yang merasa sungkan atau gengsi kalau ada yang menawarkan untuk membayar makan siang kita, membelikan hadiah cenderamata atau memberi uang. Tak sedikit, dalam situasi seperti itu yang menjawab, “Oh, tak usah, biar saya bayar sendiri, jangan repot-repot,” atau “Ah, jangan begitu, saya jadi tak enak nih!” Kita pasti tak asing dengan jawaban-jawaban seperti itu, bukan?

Semua pernyataan itu menunujukkan orang yang mengucapkannya menolak uang. Jika mau merubah sikap, pasti dengan mudah kita bisa mengucapkan: “Terima kasih, menyenangkan sekali.” Dan kita akan merasa lega luar biasa. Awalnya mungkin kita merasa agak kikuk, namun lama-kelamaan akan terbiasa dan penolakan di dalam diri kita akan memudar dengan sendirinya. Pada gilirannya, perubahan sikap ini akan membuat kita bersikap rela menerima arus uang yang lebih besar. Jangan menolak uang, buang kebiasaan itu sekarang juga!

INSTRUMEN-INSTRUMEN DALAM LAW OF ATTRACTION

INSTRUMEN-INSTRUMEN DALAM LAW OF ATTRACTION


1. PENGHARGAAN DAN RASA SYUKUR
Penghargaan dan rasa syukur dapat membantu anda mengirimkan lebih banyak getaran positif yang dasyat. Jika anda menghargai sesuatu, sesungguhnya anda telah memancarkan sebuah perasaan dan getaran kebahagiaan yang murni. Ingatkah anda ketika anda mengucapkan terima kasih yang tulus kepada seseorang, perasaan yang anda alami ketika itu pasti positif bukan.

Luangkanlah waktu untuk menghargai dan mensyukuri apa saja. Yang penting adalah kualitas perasaan yang menyertai ungkapan penghargaan itu. Penghargaan dan rasa syukur membantu anda memancarkan getaran-getaran positif yang dasyat.

Syukuri dan doakan setiap hal yang menggambarkan kemakmuran yang terjadi dalam hidup anda dan di sekitar anda (dalam diri setiap orang dan semua hal yang anda lihat, dengar atau rasakan), dirumah anda, barang-barang milik anda, dan semua (seberapa pun) uang yang saat ini anda miliki. Nyatakan syukur dan terima kasih anda pada itu semua dengan segenap perasaan di dalam hati. Tarik napas dalam-dalam, terima rasa puas itu dan sampaikan terima kasih kepada Tuhan dari dalam hati.

Bila kita bisa selalu menghargai, bersyukur dan berterima kasih kepada siapapun orang yang telah membantu kita, bersyukur akan semua yang kita miliki saat ini, bersyukur akan semua kejadian-kejadian yang menurut anda merupakan suatu kebetulan yang menguntungkan anda, maka semesta pasti akan melipat gandakan semua hal itu.

Namun apabila kita tidak pernah menghargai, bersyukur dan berterima kasih maka hal-hal itu bisa saja malah menjauhi anda. Atau keberuntungan-keberuntungan yang kita terima namun tidak pernah kita syukuri pasti akan malas untuk datang lagi.

Ini serupa dengan hukum MEMBERI=MENERIMA. Karena memang demikianlah hukum alam yang berlaku. Di tingkat kuantum, semua hal sebenarnya melakukan sesuatu hanya untuk (kepada) dirinya sendiri. Di level kuantum apa yang disebut subjek, objek atau predikat ternyata adalah satu : DIA-DIA JUGA.

Jadi ketika anda memberi kepada orang lain pada hakikatnya anda sedang memberi kepada diri anda sendiri. Ketika anda memberi dengan iklas maka justru andalah yang akan menerima kembali dalam jumlah berlipat ganda dari hasil pemberian itu dengan bilangan kuantum (yang hanya diketahui Tuhan).

Dan luar biasanya, karena ini adalah hukum alam, anda tidak harus percaya akan hal ini. Seperti anda tidak perlu percaya hukum gravitasi, lepaskan saja sesuatu dari genggaman anda maka ia akan terjun ke bawah menghantam bumi. Seperi itulah hukum MEMBERI=MENERIMA, lakukan saja pemberian anda dengan penuh syukur tanda merasa ada milik anda yang berkurang, dan saksikanlah apa yang terjadi dengan hidup anda.



2. VISUALISASI
Visualisasi adalah membayangkan sesuatu yang kita idamkan seolah sudah menjadi milik kita. Kita bisa melakukannya dengan cara menghayal, menggunting potongan gambar hal yang kita idamkan kemudian menempelkannya disuatu tempat dimana kita bisa selalu melihatnya, dan juga bisa dengan jalan melihat langsung, meraba atau menaiki hal yang kia idamkan tersebut. Kita bisa datang ke dealer mobil idaman kita kemudian melakukan test drive atau juga bisa dengan datang langsung ke rumah idaman kita untuk sekedar melihat-lihat bentuk ekterior dan interior dari rumah idaman kita tersebut.

Intinya adalah kita membangkitkan perasaan seolah-olah telah memiliki hal-hal yang kita idamkan tersebut. Perasaan tersebut yang akan memancarkan getaran positif ke semesta untuk meresponnya menjadi kenyataan.

3. BIARKAN HUKUM KETERTARIKAN MENEMUKAN CARANYA
Kadang-kadang anda menjadi kewalahan jika harus memikirkan semua keinginan anda bagaimana cara untuk mencapainya. Katakan pada diri sendiri “ini bukan tugas saya. Biar hukum ketertarikan (Law of Attraction) yang menemukan jawabannya bagi saya. Tak usah repot atau risau, karena hukum ketertarikan (Law of Attraction) yang akan mendatangkan hasilnya bagi anda.

Ada kalanya anda harus melakukan beberapa tindakan nyata. Setelah anda membiarkan hukum ketertarikan mencari dan menemukan jawaban yang sesuai dengan keinginan anda, tiba saatnya anda melakukan tindakan yang kongkrit.

Jangan ragu, jangan menunda-nunda, jangan berprasangkan buruk.... LAKUKAN....!!!

KIta mendapatkan apa yg kita Fokuskan

Wah..... semakin banyak nih yang gabung di group ini. Saya mengucapkan selamat datang di group ini buat rekan-rekan yang baru gabung, dan saya juga mengucapkan terima kasih buat rekan-rekan yg telah gabung lebih dulu. Dari dua topik terdahulu yg pernah saya kirimkan ke rekan-rekan sekalian (bagi yg belum mendapatkannya dapat di baca di topic board group Diskusi Tentang Law of Attaction) banyak sekali tanggapan dan juga diskusi yg terjadi antara kita baik lewat chat, message, e-mail dan juga sms.

Disini saya memposisikan diri sebagai rekan diskusi bersama teman-teman sekalian, tanpa ada maksud untuk menggurui sebab saya juga sedang dalam proses untuk lebih mendalami tentang Law of Attraction.

Dari beberapa chat, message atau e-mail yg saya dapat banyak dari teman-teman yang mengatakan kepada saya kurang lebih seperti ini, “saya sudah berusaha berpikir positif, dan selalu mencoba memikirkan dan membayangkan hal-hal yg saya inginkan, tetapi kenapa belum juga terkabul?”

Well...... Tuhan selalu mengabulkan doa setiap orang. Dan DIA mengabulkan doa yang ada di HATI manusia dan bukan yang terucap di mulutnya. Jadi, bila ada konflik dengan apa yg terucap dimulut dengan yg terasa di hati, maka yg terasa di hati andalah yg terwujud. Manusia akan selalu menerima apa yg ada di hatinya meskipun dia tidak menginginkannya. Hal ini sesuai dengan Hukum Tarik-Menarik (Law of Attraction) yg terjadi di alam semesta yg menyatakan bahwa sesuatu akan menarik sesuatu yg sesuai dengan sifatnya.

Yg ada di hati anda adalah sama dengan yg selalu anda pikirkan (FOKUSkan). Jadi, ketika anda memikirkan sesuatu (positif atau negatif) secara terus menerus, artina anda sedang mengarahkan energi anda ke sana. Oleh karena sifat pikiran anda yg luar biasa, energi tersebut mulai terkumpul untuk akhirna mewujudkan (menarik) sesuatu yg sesuai dengan fokus pikiran anda.

Anda Mendapatkan Hal-hal yg Anda Fokuskan, Bukan Hal-hal yg Anda Pikirkan.

Kebanyakan orang menyelingi berbagai kegiatanna dengan berbagai keluhan, tanpa menyadari bahwa yg ia lakukan sebenarnya adalah sedang FOKUS pd apa yg ia keluhkan. Maka yg akan terjadi adalah orang itu akan mendapatkan apa yg ia fokuskan (minta) yaitu hal-hal yang ia keluhkan tadi. Inilah rahasia alam yg sering terabaikan : “Anda akan mendapatkan apa yg anda fokuskan !!! Bukan apa yg anda inginkan.” Tidak peduli itu hal yg baik atau buruk, alam vibrasi tidak akan bertanya karena tugasnya hanya memenuhi permintaan anda.

KERAGUAN ADALAH MUSUH UTAMA PENERAPAN LAW OF ATTRACTION

KERAGUAN ADALAH MUSUH UTAMA PENERAPAN LAW OF ATTRACTION

Keraguan adalah getaran negatif yang biasanya timbul karena adanya keyakinan-keyakinan penghambat terwujudnya keinginan. Keyakinan penghambat ini adalah pikiran yang berkali-kali muncul di benak anda. Pikiran-pikiran yang menyabot semua niat-niat dan kenginginan anda dalam meraih sesuatu. Dia adalah suara hati yang memberitahu bahwa anda tak mampu melakukan sesuatu, menjadi seseorang, atau memiliki sesuatu. Setiap kali kita melakukan hal baru dan berbeda, akan selalu ada suara hati yang mengatakan anda tak dapat melakukannya, anda tak cukup cakap, atau anda kemungkinan gagal. Anda cukup menyadari bahwa suara hati itu adalah diri anda. Satu-satunya orang yang menghalangi anda untuk menjalani kehidupan terbaik anda adalah anda sendiri.

BAGAIMANA MENGENALI KEYAKINAN-KEYAKINAN PENGHAMBAT TERSEBUT?
Ada cara yang mudah untuk mengenalinya. Keyakinan-keyakinan penghambat itu mudah ditemukan setelah anda mengucapkan kata “KARENA”.
Contoh :
1. Saya ingin menjadi pengusaha tapi tidak bisa KARENA saya sudah terlalu tua, umur saya 50th.

Dari contoh diatas kita bisa lihat bahwa keyakinan penghambatnya adalah dia merasa sudah terlalu tua untuk mulai membuka usaha.
Setelah keyakinan penghambat ditemukan maka anda tinggal menanyakan pada diri sendiri atau mencari informasi tentang :
1. Apakah saat ini ada orang lain yang melakukan atau memiliki apa yang anda inginkan?
2. Kalau ya, cobalah cari tahu berapa orang yang melakukannya hari ini? Kemarin? Minggu yang lalu? Bulan lalu? Tahun lalu?

Maka dari contoh diatas dapat kita temukan jawabanna:
1. Apakah saat ini ada orang yang berumur 50th ato lebih yang baru saja membuka usaha sendiri? Jawabanna adalah : YA
2. Kalau begitu, berapa banyak orang yg berumur 50 th yang melakukanna hari ini? Kemarin? Minggu lalu? Bulan lalu? Tahun lalu? Jawabanna : Buanyak sekali.

Ingat, keyakinan penghambat itu sebenarnya hanya pikiran negatif yang terus menerus anda pelihara di dalam benak anda. Dengan mudah anda bisa mengubah dan mengatasinya, BILA ANDA MAU.

CARA SEDERHANA MENERAPKAN LAW OF ATTRACTION.

CARA SEDERHANA MENERAPKAN LAW OF ATTRACTION.

1. ANDA HARUS TAHU APA YANG ANDA INGINKAN
Langkah pertama ini sangat simple, yaitu mengetahui apa yang kita inginkan. Namun kenyataannya kita sering tidak benar-benar mengetahui apa yang kita inginkan. Karena banyak dari kita tanpa disadari hanya berfokus pada apa yang tidak kita inginkan. Contohnya : “Saya tidak ingin punya utang”. Dari kalimat tersebut anda justru fokus kepada kata utang. Dan ketertarikan menarik ketertarikan, like attract like, semesta pun kemudian menyiapkan segala sesuatu serta rentetan kejadian untuk mewujudkan keinginan anda. Dan hasilnya anda semakin dalam terbelit pada utang.

Untuk mengetahui apa yang benar-benar kita inginkan adalah dengan mengetahui apa yang tidak kita inginkan. Coba ambil selembar kertas. Bikin sebuah tabel yang terdiri dari 2 kolom.
Pada kolom sebelah kiri atau kolom A;
Tulislah semua hal yang tidak anda inginkan. Tulis sebanyak-banyaknya. Tulis hingga 30 – 100 statement bahkan lebih hal-hal yang tidak anda sukai, hal-hal yang membuat perasaan anda tidak enak.
Tips dalam mengisi kolom A;
* Tulis statement sebanyak-banyaknya.
* Semangin banyak yang anda tulis, semakin jelas juga apa yang anda inginkan.

Pada kolom sebelah kanan atau kolom B;
Tulislah hal-hal yang anda sukai atau hal-hal yang membuat perasaan anda menjadi enak, dari statemen kolom A. Contoh: Pada Kolom A anda menulis “Saya tidak ingin punya utang”. LALU APA YANG ANDA INGINKAN? Kemudian pada kolom B anda tuliskan “Saya ingin cepat dan mudah membayar tagihan” atau “Saya ingin selalu mempunyai uang lebih”. Begitu seterusnya.

Tips dalam mengisi kolom B:
* Hindari penggunaan kata “TIDAK, JANGAN dan DILARANG”
* Jika lagi-lagi anda menggunakan kata TIDAK, JANGAN dan DILARANG, maka tanyakanlah ke diri anda, “Lalu apa yang saya inginkan ?”

Setelah selesai baca kembali statement anda pada kolom B dan coret semua yang ada di kolom A. Kini anda sudah tahu apa yang anda inginkan.


2. FOKUS DAN BERI PERHATIAN PADA KEINGINAN ANDA
Orang sukses tahu dimana meletakkan fokus pikirannya. Meski ada hambatan saat berjalan menuju tujuan, ia tidak pernah mengeluh. Konsentrasinya tetap pada tujuan yang diinginkannya.
Sebutlah anda memiliki sebuah mobil yang sudah sering rusak dan menginginkan mobil yang baru. Tujuan anda adalah mengganti mobil baru, tapi perhatian anda terjebak pada mobil lama. Anda lebih banyak mengeluh tentang mobil lama yang sering mogok, sering masuk bengkel, membuat pengeluaran bertambah banyak, dan seterusnya. Maka mobil baru pun jauh dari pencapaian karena anda meletakkan fokus pada penderitaan saat ini, bukan pada apa kebahagiaan yang anda inginkan.
PERHATIAN anda harus fokus pada apa yang menjadi keinginan anda. Pada tahap pertama lalu kita sudah menemukan apa yang menjadi keinginan anda. Maka sekarang fokuslah pada keinginan itu.

3. BERSYUKUR DAN BIARKAN KEINGINAN ITU MENJADI NYATA
Langkah berikut ini mempunyai kekuatan yang sangat dahsyat namun sering diabaikan karena agak sulit ditangkap logika. Disini kita bersyukur karena membayangkan hal-hal yang kita doakan (inginkan) sudah terkabul. Dengan kata lain, kita seolah benar-benar melihat, mendengar, merasakan dengan sepenuh hati bahwa doa (keinginan) kita sudah terwujud, karena itu kita bersyukur. Ini seperti anda sudah melunasi pembayaran (syukur) di muka, meskipun pesanan (doa / keinginan) anda belum anda terima. Ini adalah langkah yang paling mudah namun juga paling sulit dilakukan, terutama untuk mereka yang terlalu rasional dan analitis. Hal ini karena kita seperti pura-pura percaya bahwa keinginan kita sudah terkabul. Sesungguhnya, semesta selalu merespon setiap pikiran dan perasaan kita dan memproses perwujudannya. Dan keyakinan kita untuk bersyukur akan memastikan kelancaran proses itu, sedangkan keraguan kita akan menghambat dan merusak proses terkabulnya keinginan kita.
Keraguan adalah musuh utama dalam langkah ini. Maka buanglah perasaan ragu itu jauh-jauh. Dan yang terpenting adalah anda harus selalu berada dalam suasana hati yang gembira.

Semoga bermanfaat.

Hukum Tarik Menarik / Law of Attraction

MicrosoftInternetExplorer4

Law of Attraction adalah hukum universal yang berlaku setiap saat. Sederhananya, hukum ini berarti “like attracts like” –atau “ketertarikan menarik ketertarikan”. Law of Attraction menegaskan bahwa energi pikiran dan energi yang diproyeksikan akan menarik energi serupa. Akibatnya kita menarik kedalam kehidupan kita hal-hal yang sesuai dengan pikiran kita dan energi yang kita proyeksikan. Dengan kata lain, kita menarik ke dalam kehidupan kita apa pun yang menjadi target perhatian sadar kita.


Hukum universal ini adalah perangkat lama yang telah diterapkan para pemikir dan guru terhebat dimasa lalu, yang mereka lakukan tanpa mengetahui dasar ilmiahnya! Untungnya , kita semua bisa mengaksesnya melalui pemahaman kita yang bertambah, dan kini hampir semua orang sukses zaman sekarang menggunakannya untuk membuat perubahan penting dalam kehidupan mereka.

Pemahaman kita tentang Law of Attraction meningkat seiring bertambahnya pengetahuan kita tentang fisika quantum. Anda tiak perlu memahami semua rincian rumit untuk mengetahui cara kerjanya. Seluruh aspek diri kita—tubuh kita, daya pikir kita, keseluruhan kita—seluruhnya tebuat dari energi. Ini termasuk pikiran kita! Segala hal yang ada, dari kotoran dibawah kuku anda ke bintang paling jauh di galaksi paling jauh, terbuat dari energi murni! Ini bukan teori—ini kenyataan.

CARA KERJANYA

Law of Attraction selalu bekerja, apapun keyakinan anda atau kesadaran anda berkenaan dengan kehadirannya. Kita selalu menarik ke dalam kehidupan kita (entah disengaja atau tidak) apa yang kita pancarkan ke dalam semesta.

Objek fokus anda akan berkembang. Pikiran anda menciptakan realitas anda. Bila anda memikirkan dan merasakan hal-hal yang negatif, anda akan memancarkan energi negatif. Karenanya, anda akan menarik kejadian, orang, dan hal negatif ke dalam kehidupan anda. Bila anda memikirkan dan merasakan hal-hal positif, anda memancarkan energi positif. Hasilnya, anda akan menarik kejadian, orang, dan hal positif ke dalam kehidupan anda. Pemahaman dan penerapan hukum universal ini dengan benar adalah kunci mencapai kesuksesan terbesar dalam semua bidang kehidupan anda.

CARA MENERAPKAN HUKUM UNIVERSAL INI

Dalam menggunakan pengetahuan ini untuk mengubah kehidupan anda, anda harus tahu bahwa anda menerapkan hukum universal ini meskipun tidak menyadarinya! Anda mengirim energi positif atau negatif ke alam semesta. Ketertarikan menarik ketertarikan; apapun yan anda kirim ke alam semesta akan kembali kepada anda. Anda sedang mengirim energi saat ini, detik ini.

Apa yang anda rasakan sekarang? Apakah anda merasa baik, atau anda merasa buruk? Bila anda merasa baik, anda mengirim energi positif; bila anda merasa buruk, anda mengirim energi negatif. Sesederhana itu.

Bila anda ingin menjalankan kehidupan terbaik anda, anda harus melakukannya dengan menghentikan energi negatif yang anda kirim dan sebaliknya memancarkan energi positif—setiap saat.

Dengan mengubah pikiran, bahasa, dan, yang terpenting, emosi anda, anda akan menguasai hukum ini. Camkan, proses ini mirip dengan menggunakan otot yang belum tumbuh—diperlukan waktu untuk menjadikannya efisien dan “otomatis”.