Hentikan Kebiasaan Merasa Tidak Bahagia
Sebetulnya bahagia dan kecewa itu adalah keputusan kita sendiri. Kitalah yg menentukan suatu keadaan/peristiwa itu sebagai sesuatu yg membahagiakan atau malah mengecewakan. Ketika mendapatkan sebuah hadiah, lulus sekolah, dan naik pangkat biasanya kita akan merasa gembira. Kenapa kita merasa gembira pada saat itu? Itu karena kita sendiri yg memutuskan untuk merasa gembira. Sedangkan ketika kita dipecat dari perusahaan tempat kita bekerja, tidak lulus kuliah atau lagi putus cinta seringkali kita merasa kecewa. Kenapa kita merasa kecewa? Karena kita sendiri yg memutuskan untuk kecewa.
Semua itu adalah keputusan kita sendiri. Jadi putuskanlah untuk selalu merasa bahagia. Cara termudah melakukannya adalah dengan memisahkan antara fakta dan penafsiran kita akan suatu situasi tersebut.
Misalnya kita baru saja dipecat dari perusahaan tempat kita bekerja. Faktanya adalah kita sudah bekerja di perusahaan itu selama bertahun-tahun dan sekarang kita sudah dipecat serta tidak bekerja lagi di perusahaan itu. Itulah faktanya. TITIK. Semua yg lain adalah penafsiran kita sendiri.
Atau misalnya kita baru saja putus cinta karena memergoki pasangan kita selingkuh didepan mata kita. Faktanya adalah pasangan kita itu menghianati kepercayaan yg kita berikan padanya dan sekarang dia bukan kekasih kita lagi. Itu faktanya. TITIK. Semua yg lain adalah penafsiran kita sendiri.
Kebahagiaan itu bukanlah tujuan. Kebahagian itu adalah proses. Kita tidak mesti sukses dulu dalam suatu bidang baru kemudian merasa bahagia. Namun kita mesti bisa merasa bahagia dulu untuk sukses. SUKSES KARENA BAHAGIA dan BUKAN BAHAGIA KARENA SUKSES.
Disini pentingnya perasaan syukur yg bersemayam dihati kita. Bersyukur akan setiap keadaan dan situasi yg kita hadapi.
Bila kita mempunyai pasangan hidup yg cerewetnya luar biasa, bersyukurlah karena paling tidak dari pasangan kita yg cerewet itu kita akan belajar untuk bersabar.
Atau bila kita mempunyai bos yg gemar menghukum atau memberi denda atas kesalahan kita, bersyukurlah karena paling tidak dari bos yg otoriter seperti itu kita akan belajar disiplin.
Orang yg selalu bersyukur adalah orang yg tidak membedakan antara kerja dan doanya. Ketika dia bekerja sebetulnya dia sedang berdoa dengan bahasa tubuhnya (outer work), dan ketika dia berdoa sebetulnya dia sedang bekerja dengan bahasa jiwanya (inner work). Jadi alangkah hebatnya orang yg selalu berdoa seolah-olah tidak ada orang yg bisa membantunya selain tuhan, dan disamping itu dia selalu berusaha seolah-olah tuhan pun tak dapat membantunya.
Kita adalah tuan dari pikiran dan perasaan kita sendiri. Jadi selalu lah memilih pikiran dan perasaan kita dengan sengaja. Sekali lagi DENGAN SENGAJA. Pilihlah pikiran dan perasaan yg positif, yg membahagiakan, yg menguatkan diri kita dan orang-orang disekitar kita.