Jumat, 12 Februari 2010

KEMAKMURAN ADALAH SEBUAH POLA PIKIR

KEMAKMURAN ADALAH SEBUAH POLA PIKIR


Kita sudah tahu bahwa semua perasaan akan menimbulkan getaran, entah positif atau negatif. Kemakmuran juga merupakan perasaan manusia, dan ini sesungguhnya kabar baik bagi anda. Mengapa? Karena semua perasaan dapat dilipat gandakan tanpa batas! Kemakmuran adalah perasaan, dan perasaan itu menimbulkan getaran yang dapat anda tingkatkan intensitas maupun jumlahnya. Namun pada umumnya orang lebih banyak menyia-nyiakan waktu untuk melipat gandakan perasaan kurang, tak mampu, sedih, dan putus asa melalui pikiran dan kata-kata negatif yang mereka ucapkan. Karena kita tahu bahwa perasaan dapat timbul oleh pikiran dan kata-kata, sekarang belajarlah melipat gandakan rasa makmur sejahtera secara sadar dengan mengubah kebiasan berfikir dan berkata-kata yang anda terapkan selama ini.

Hukum Ketertarikan (Law of Attraction) tidak pernah tahu apakah perasaan kita itu timbul karena kita mengingat, berpura-pura, menghayal, merekayasa, membayangkan, atau sedang berangan-angan. Hukum ini hanya merespon getaran yang kita pancarkan saat itu juga, sedangkan pada setiap kesempatan kita hanya bisa mengirimkan satu jenis getaran saja! Dengan sesering mungkin menciptakan getaran kemakmuran secara sadar, kita semakin sering pula mengirimkan getaran itu ke alam semesta, sehingga akan meningkatkan rasa makmur sejahtera di dalam kehidupan kita.

Tugas kita sekarang adalah mempertahankan getaran itu selama dan sesering mungkin. Hebatnya, kita dengan mudah dapat melipatgandakan getaran kemakmuran itu sebanyak dan sebesar yang kita inginkan. Boleh jadi sebenarnya anda sudah makmur sekarang, tetapi tidak menyadarinya, belum pernah membicarakannya atau merayakannya, sehingga getaran positifnya menjadi lemah atau bahkan malah berubah menjadi getaran negatif.


**CATATLAH BUKTI-BUKTI KEMAKMURAN ANDA**

Siapkan catatan harian untuk mencatat semua sumber kemakmuran yang anda dapatkan. Cara ini sangat membantu anda mengenali dan mengakui kemakmuran itu. Catatan harian itu juga menunjukkan adanya bukti bahwa kemakmuran memang ADA dan SUDAH ada di dalam kehidupan anda. Jika anda melihat adanya bukti kemakmuran itu, RAYAKAN dan SYUKURILAH, dan pada saat itu anda akan merasakan getaran positif kemakmuran anda.

Beberapa contoh sumber kemakmura:
• Anda ditraktir makan oleh seseorang
• Anda mendapatkan hadiah
• Anda mendapatkan nasihat atau pelatihan gratis
• Anda mendapatkan tumpangan atau penginapan gratis
• Anda mendapatkan Door Prize
• Anda dapat menjual barang atau jasa
• Anda mendapatkan cek dari klien
• Anda mendapatkan diskon atas barang yang anda beli
• Dan lain-lain


**JANGAN SEKALI-KALI MENOLAK UANG**

Banyak di antara kita yang merasa sungkan atau gengsi kalau ada yang menawarkan untuk membayar makan siang kita, membelikan hadiah cenderamata atau memberi uang. Tak sedikit, dalam situasi seperti itu yang menjawab, “Oh, tak usah, biar saya bayar sendiri, jangan repot-repot,” atau “Ah, jangan begitu, saya jadi tak enak nih!” Kita pasti tak asing dengan jawaban-jawaban seperti itu, bukan?

Semua pernyataan itu menunujukkan orang yang mengucapkannya menolak uang. Jika mau merubah sikap, pasti dengan mudah kita bisa mengucapkan: “Terima kasih, menyenangkan sekali.” Dan kita akan merasa lega luar biasa. Awalnya mungkin kita merasa agak kikuk, namun lama-kelamaan akan terbiasa dan penolakan di dalam diri kita akan memudar dengan sendirinya. Pada gilirannya, perubahan sikap ini akan membuat kita bersikap rela menerima arus uang yang lebih besar. Jangan menolak uang, buang kebiasaan itu sekarang juga!