Minggu, 14 Maret 2010

MENGAPA LAW OF ATTRACTION SULIT SAYA TERAPKAN?

MENGAPA LAW OF ATTRACTION SULIT SAYA TERAPKAN?


Pertanyaan seperti ini sering saya dapat dari rekan-rekan diskusi. Mengapa Law of Attraction sulit saya terapkan? Biasanya saya kemudian menyuruhnya untuk melihat kembali artikel terdahulu yang berjudul “Cara Sederhana Menerapkan Law of Attraction”. Di artikel itu saya sampaikan bahwa ada 3 langkah sederhana untuk menerapkan Law of Attraction. Yaitu : Kita harus tahu apa yang kita mau, Kita berfokus pada apa keinginan kita itu, dan Bersyukur seolah-olah keinginan itu telah mewujud ke kehidupan kita.

Namun sering pada langkah kedua, “Fokus dan beri perhatian pada keinginan kita”, kita salah menerapkannya.

Terus salahnya dimana?

Ketika langkah pertama sudah kita jalankan, maka kita sudah mengetahui apa yang kita inginkan. Selanjutnya adalah kita mesti berfokus pada keinginan kita itu. Pada langkah ini kesalahan yang sering terjadi adalah ketika kita menginginkan sesuatu biasanya disadari atau tidak kita iringi dengan keraguan, kekhawatiran, ketakutan, dan ketidak yakinan akan terkabulnya keinginan kita itu. Dan hasilnya tentu saja serupa dengan apa yang kita ragukan, khawatirkan dan takutkan itu. Analoginya seperti pak pos yang selalu setia mengantarkan kiriman untuk kita. Namun setelah kiriman tiba dihadapan kita, kita merasa itu bukan kiriman untuk kita dan memberikan kembali kiriman itu kepada pak pos tadi. Hasilnya kita tidak mendapat apa-apa bukan?

Contoh : ada salah satu rekan diskusi yang bercerita pada saya tentang keingiannya memiliki pacar yang setia, jujur, perhatian dan sayang pada dia. Namun bersamaan dengan itu dia selalu khawatir kalau cowok yang mendekatinya itu suka selingkuh, tidak jujur, kurang perhatian dan tidak sayang padanya. Dan hasilnya sungguh ajaib, dia justru sering didekati oleh cowok-cowok yang serupa dengan apa yang dia khawatirkan diatas.

Kenapa bisa begitu? Itu karena dia salah menetapkan fokusnya. Dia lebih fokus pada hal-hal yang tidak dia inginkan. Dia menuliskannya di diarynya, dituliskan di status facebooknya dan terus dipikirkannya berulang-ulang. Disinilah kesalahannya. Kita tidak akan mendapat apa yang kita inginkan, tetapi kita akan mendapatkan apa yang kita fokuskan. Keinginan kita itu seperti Doa. Dan DOA=PIKIRAN+PERASAAN. Pikiran kita kekuatannya Cuma 12% sedangkan Perasaan kekuatannya 88%. Jadi ketika Pikiran dan Perasaan kita bertentangan maka Perasaan kitalah yang akan menang. Sehingga kita mendapatkan apa yang kita fokuskan, apa yang kita rasakan, tidak peduli kita menginginkannya atau tidak.

Jadi ketika kita menginginkan/mendoakan sesuatu yakinkanlah hati kita bahwa keinginan/doa kita itu akan terwujud. Sedikit saja keraguan sudah cukup menyabotase doa-doa kita itu.


Semoga Bermanfaat.