Selasa, 18 Mei 2010

MENERAPKAN LOA DENGAN OTAK KANAN

MENERAPKAN LOA DENGAN OTAK KANAN


Secara umum otak manusia dibagi menjadi dua, yaitu otak kiri dan otak kanan. Kedua bagian otak ini mempunyai cara kerja yang cenderung berbeda namun saling melengkapi. Otak kiri cenderung berpikir secara Rasional (terkait IQ), logis, realistis, terencana, intrapersonal. Sedangkan otak kanan berpikir secara Emosional (terkait EQ), intuitif, imajinatif, tak terencana, interpersonal.

Jadi otak kiri suka memikirkan, sedangkan otak kanan suka membayangkan. Otak kiri mengedepankan IQ (kecerdasan intelektual), sedangkan Otak kanan mengedepankan EQ (kecerdasan emosional). Otak kiri bergumul dengan teori-teori, sedangkan otak kanan lebih suka dengan praktek-praktek.

Salah satu komponen LOA yang terpenting adalah syukur. Orang yang dominan otak kirinya tentu hanya bisa bersyukur apabila telah mendapat apa yang dia inginkan. Dan mereka merasa bukan hal yang logis dan tidak masuk akal bila bersyukur terhadap apa yang tidak mereka dapatkan, atau mendapatkan tidak sesuai dengan apa yang mereka impikan.

Sedangkan orang-orang yang dominan otak kanannya mampu bersyukur terhadap apa yang telah dan akan mereka dapat. Dan lebih dashyatnya lagi mereka mampu bersyukur seolah-olah apa yang mereka impikan telah terwujud. Mereka mampu menjadikan syukur seperti down payment yang dibayar dimuka terhadap doa/keinginan/impian mereka. Dan ajaibnya lagi bila mereka mampu melakukan itu impian mereka bisa mewujud secara lebih sederhana.


INGIN BERTAMBAH REZEKI MAKA BERSEDEKAHLAH

Dalam soal sedekah/sumbangan/donasi/dana punia atau apalah istilahnya hitung-hitungan otak kiri dan otak kanan juga berbeda. Orang yang otak kirinya terlalu aktif tentu tidak bisa menemukan alasan yang rasional dan logis bagaimana sedekah/sumbangan/donasi/dana punia atau apapun istilahnya bisa menambah rezekinya. Mereka tentu berpendapat sedekah malah mengeluarkan rezeki dan ujung-ujungnya adalah mengurangi rezekinya.

Matematika sedekah dengan otak kiri adalah 10-1=9
Sedangkan matematika sedekah dengan otak kanan 10-1=19
Anda pikir gak masuk akal? Berarti anda lebih dominan otak kirinya.... hehehe

Bill Gates dan Warren Buffett-dua orang terkaya di dunia-sekilas mereka tampak begitu kapitalis. Siapa sangka, ternyata mereka adalah dermawan terbesar abad ini.

Donal Trump, sekilas ia tapak begitu hedonis. Siapa mengira ternyata ketika dia bangkrut di tahun 1990-an, ia malah membagi-bagikan hartanya yang masih tersisa. Karena dia percaya betul, ‘memberi’ itu berbanding lurus dengan ‘diberi’.

Robert Kiyosaki, sekilas dia tapak begitu materialistis. Siapa sangka, ternyata dia begitu bersikeras, “Jika anda membangun bisnis yang melayani ribuan orang, maka sebagai timbal baliknya anda akan menjadi jutawan. Jika anda membangun bisnis yang melayani jutaan orang, maka anda akan menjadi milyarder.”

Jim Rohn selaku mentor dari Anthony Robbins sering menasehati, “Biasakanlah untuk berbagi dan biasakanlah berbagi dalam jumlah yang berlebih. Itu bukan saja baik bagi orang lain, tetapi itu juga baik bagi diri kita sendiri.”

Hal ini serupa dengan yang dikatakan oleh Khalifah Ali, “Pancinglah rezekimu dengan sedekah.”