Senin, 07 Juni 2010

DEMENTOR DI SEKITAR KITA

DEMENTOR DI SEKITAR KITA


Bagi rekan-rekan diskusi penggemar film atau novel Harry Potter pasti sudah tidak asing lagi dengan sosok Dementor. Disitu Dementor digambarkan sebagai sosok yang menyeramkan, memakai jubah, berkulit kelabu dan berjari-jari kurus seperti kerangka. Namun bukan itu yang membuat sosok Dementor menjadi berbahaya, tapi kemampuannya menyedot semangat hidup dan perasaan bahagia, hingga membuat manusia menjadi diliputi kesedihan yang mendalam bahkan sampai putus asa.

Tapi ternyata sosok Dementor bukan hanya ada di dunia fiksi. Di dunia nyata pun ada, Cuma fisiknya seperti manusia biasa dan tidak menyeramkan sama sekali. Mereka bisa ada dimana saja, disekitar kita. Bisa berwujud sebagai teman kantor, teman kuliah, teman sekolah, tetangga, kerabat dekat dan juga yang paling menyeramkan adalah yang biasa duduk di balik pintu yang bertuliskan “PIMPINAN/BOSS”.

Persis seperti didalam film/novel, berdekatan dengan si Dementor bisa bikin kita tiba-tiba merasa suram, tak bersemangat, hidup tiada arti, kerja gak ada gunanya dsb. Atau pada stadium lanjut infeksi Dementor bisa mengakibatkan timbulnya rasa curiga bila melihat orang lain sukses, merasa iri hati melihat orang lain gembira, susah melihat orang senang dan senang melihat orang susah, bahkan bisa timbul juga keinginan untuk menyabot kesuksesan orang lain. Dengan kata lain Dementor itu menular dan dampaknya sangat merugikan.

Jangan sampai kita ketularan jadi Dementor. Tidak ada orang yang senang dengar keluhan, termasuk diri kita sendiri. Semakin banyak kita mengeluh semakin kita membenci diri sendiri. Semakin kita membenci diri sendiri maka semakin kita merasa diri kita tak berguna. Semakin merasa kalau diri kita tak berguna maka semakin tertutup jalan untuk hidup lebih baik.

Ciri-ciri umum dementor disekitar kita :
•Frekuensi curhat yang sangat tinggi, dengan topik masalah pribadi yang seolah penting banget diketahui semua orang.
•Dementor selalu melihat sisi buruk dari segala sesuatu, tak peduli sebagus apapun keadaannya.
•Dementor senang membandingkan diri dengan lawan bicaranya sedemikian rupa seolah dia terdengar lebih apes, dan akhirnya lawan bicara menjadi sungkan.
•Dementor gemar mematikan semangat orang lain.

Pokoknya setiap si Dementor angkat bicara, bisa langsung meruntuhkan semangat kita, mencela setiap ide-ide kita, menertawakan impian-impian kita.

Terus gimana cara menghadapi si Dementor dunia nyata ini ?
Begitu seseorang yang ada di dekat kita menunjukkan ciri-ciri Dementor, segeralah menjauh dan menghindar dari dia. Atau kalau tidak memungkinkan untuk menghindar kita bisa coba dengan tidak memasukkan kehati setiap kata-kata dari si Dementor. Jadi masuk kuping kiri keluar kuping kanan. Hati-hati....Dementor sangat menular.

Bisa jadi saat ini diri kita sudah terinfeksi olah si Dementor. Memang belum sampai pada tahap menjelmamenjadi Dementor. Tapi biasanya hal itu sudah cukup untuk menyabotase semangat diri kita sendiri, menggerogoti kebahagian diri kita sendiri.

Coba cek pernyataan-pernyataan dibawah ini, bila ada minimal 5 pernyataan pernyataan yang sesuai dengan kita, bisa jadi kita telah terinfeksi oleh Dementor.
•Sebagian besar orang lebih beruntung dari saya
•Nggak ada orang yang bisa hidup layak dengan gaji sekecil gaji saya
•Semakin lama, kondisi perekonomian semakin buruk. Saya nggak tau bulan depan masih bisa hidup atau enggak
•Saya gak tau ingin jadi apa
•Saya benci sama kantor saya, tapi kalo saya resign nanti nggak ada kantor lain yang mau nerima
•Naik pangkat? Jangan ah. Ntar kalo gagal gimana?
•Tentu aja dia naik pangkat. Rajin jilat pantat, pasti.
•Dari dulu memang saya ditakdirkan apes
•Saya nggak pinter, makanya nggak bisa sukses kayak orang lain
•Orang tua saya asal-asalan nyekolahin saya, makanya saya jadi kaya gini sekarang
•Saya nggak kebayang gimana caranya biar bisa hidup lebih baik
•Orang emang gampang kasih nasehat. Mereka belum ngerasain susahnya hidup saya, sih.
•Percuma saya kerja keras, toh tiap bulan gajinya cuma segitu-segitu aja
•Orang lain enak punya duit buat refreshing. Saya boro-boro refreshing, makan aja susah. Makanya harap maklum kalo saya stress.
•Saya udah ketuaan untuk nyoba hal baru
•Kenapa sih nggak ada orang yang ngertiin saya
•Orang lain enak, punya orang tua kaya buat minjem duit kalo butuh. Giliran saya, yang ada emak saya nodong mulu buat beli beras
•Kalo ada orang baik sama saya, pasti ada maunya
•Boss muji saya? Pasti dia salah orang.
•Emang dunia makin parah. Kucing aja makin hari makin kurang ajar.

Rabu, 02 Juni 2010

BAGAIMANA YA BILA DOA KITA TERKABUL?

BAGAIMANA YA BILA DOA KITA TERKABUL?


Coba ingat-ingat, apakah kita lebih sering membayangkan doa kita akan terwujud atau kita lebih sering mengkhawatirkan doa kita tidak akan terwujud?

Coba ingat-ingat lagi, apakah kita lebih sering membayangkan keinginan kita terkabul, atau kita lebih sering memikirkan keinginan kita tidak terkabul?

Apapun yang kita lakukan itu benar. Apakah kita membayangkan impian kita terkabul atau malah sibuk membayangkan impian kita tidak terkabul. Itu semua benar. Semua prasangka kita itu benar. Dan kita biasanya mendapatkan apa yang serupa dengan yang kita sangkakan.

Jadi dari pada sibuk membayangkan hal-hal yang buruk tentang impian dan doa kita, jauh lebih baik apabila kita membayangkan bilamana impian dan doa kita itu terwujud. Disini kita harus jeli melihat tanda-tanda terwujudnya doa/impian kita. Baik itu berupa rentetan peristiwa dan kejadian, atau kesempatan-kesempatan yang mengharuskan kita bertindak dalam meraihnya.

Yang lebih penting adalah seberapa sabar dan iklas kita menjalani prosesnya. Ada orang yang habis dimarahi oleh atasanya lalu berdoa minta kesabaran, mendadak setelah itu semua orang seakan terlihat menyebalkan. Kalau kita tidak sabar dan iklas menghadapinya pasti kita malah menjadi tambah stress. Kalau kita berdoa minta kesabaran, kita pun mesti siap menghadapi ujian kesabaran yang diberikan-NYA. Bagaimana lagi DIA mengajarkan kesabaran kalau tidak dengan ujian seperti ini?

Ada orang yang berdoa minta keiklasan hati. Kemudian dalam proses perwujudan doa itu dia mendapat cobaan seperti kehilangan barang yang paling di sayang, kehilangan harta yang paling dia suka, atau bahkan kehilangan orang yang paling dia cinta. Bila kita tidak sabar menhadapi cobaan seperti ini, bisa jadi kita malah kecewa dan ujung-ujungnya malah menyalahkan TUHAN. Karena iklas itu bukan suatu yang dimohonkan perwujudannya, melainkan sesuatu yang mesti kita lakukan. Iklas itu bukan ilmu hapalan, iklas itu adalah keterampilan.

Ada juga orang yang berdoa minta diberikan pendamping hidup yang terbaik. Dalam awal-awal prosesnya dia justru dipertemukan dengan orang-orang yang salah. Bukankah ini merupakan hal yang logis. Bagaimana lagi DIA menunjukkan kepada kita bahwa orang itu adalah yang terbaik untuk kita sebelum menunjukkan orang-orang yang tidak baik(tidak cocok) untuk kita?

Jadi hati-hatilah dengan doa kita dan bersiaplah menjalani proses terwujudnya doa itu.