BAGAIMANA YA BILA DOA KITA TERKABUL?
Coba ingat-ingat, apakah kita lebih sering membayangkan doa kita akan terwujud atau kita lebih sering mengkhawatirkan doa kita tidak akan terwujud?
Coba ingat-ingat lagi, apakah kita lebih sering membayangkan keinginan kita terkabul, atau kita lebih sering memikirkan keinginan kita tidak terkabul?
Apapun yang kita lakukan itu benar. Apakah kita membayangkan impian kita terkabul atau malah sibuk membayangkan impian kita tidak terkabul. Itu semua benar. Semua prasangka kita itu benar. Dan kita biasanya mendapatkan apa yang serupa dengan yang kita sangkakan.
Jadi dari pada sibuk membayangkan hal-hal yang buruk tentang impian dan doa kita, jauh lebih baik apabila kita membayangkan bilamana impian dan doa kita itu terwujud. Disini kita harus jeli melihat tanda-tanda terwujudnya doa/impian kita. Baik itu berupa rentetan peristiwa dan kejadian, atau kesempatan-kesempatan yang mengharuskan kita bertindak dalam meraihnya.
Yang lebih penting adalah seberapa sabar dan iklas kita menjalani prosesnya. Ada orang yang habis dimarahi oleh atasanya lalu berdoa minta kesabaran, mendadak setelah itu semua orang seakan terlihat menyebalkan. Kalau kita tidak sabar dan iklas menghadapinya pasti kita malah menjadi tambah stress. Kalau kita berdoa minta kesabaran, kita pun mesti siap menghadapi ujian kesabaran yang diberikan-NYA. Bagaimana lagi DIA mengajarkan kesabaran kalau tidak dengan ujian seperti ini?
Ada orang yang berdoa minta keiklasan hati. Kemudian dalam proses perwujudan doa itu dia mendapat cobaan seperti kehilangan barang yang paling di sayang, kehilangan harta yang paling dia suka, atau bahkan kehilangan orang yang paling dia cinta. Bila kita tidak sabar menhadapi cobaan seperti ini, bisa jadi kita malah kecewa dan ujung-ujungnya malah menyalahkan TUHAN. Karena iklas itu bukan suatu yang dimohonkan perwujudannya, melainkan sesuatu yang mesti kita lakukan. Iklas itu bukan ilmu hapalan, iklas itu adalah keterampilan.
Ada juga orang yang berdoa minta diberikan pendamping hidup yang terbaik. Dalam awal-awal prosesnya dia justru dipertemukan dengan orang-orang yang salah. Bukankah ini merupakan hal yang logis. Bagaimana lagi DIA menunjukkan kepada kita bahwa orang itu adalah yang terbaik untuk kita sebelum menunjukkan orang-orang yang tidak baik(tidak cocok) untuk kita?
Jadi hati-hatilah dengan doa kita dan bersiaplah menjalani proses terwujudnya doa itu.