DOA BIDADARI
Ups..... ini bukan judul sinetron lho ya. Mungkin ada dari rekan diskusi yang bergumam, “Uh.... gak nyangka, ternyata si Dony itu korban sinetron juga.” Hehehehe..... sabar, sabar, sabar..... jangan nuduh.
Tulisan kali ini masih ada kaitannya dengan tulisan sebelumnya yang berjudul “POLA KEAJAIBAN”. Yang namanya pola keajaiban untuk masing-masing orang itu bersifat unik dan berbeda satu sama lainnya. Namun dari sekian pola yang ada, terdapat satu pola yang serupa dan bisa diterapkan oleh semua orang. Dan sudah banyak contoh disekitar kita.
* Ketahuilah bahwa keridhaan dari YANG MAHA KUASA itu tidak terlepas dari keridhaan sang bidadari. Bila Dia sudah ridha, maka menggerakkan LoA, doa, dan impian adalah perkara yang mudah.
* Ketahuilah berbakti kepada sang bidadari diibaratkan bisa menguak langit dan memanggil rejeki.
* Ketahuilah doa sang bidadari membuat rezeki kita betul-betul tercurah. Namun hati-hati, demikian pula sebaliknya.
* Begitu doa sang bidadari selaras dengan doa kita, berarti doa kita akan lebih “melangit”. Begitu impian sang bidadari selaras dengan impian kita, berarti impian kita akan lebih “bersayap”. Yah, melipatgandakan kekuatan doa dan LoA. Inilah dampak dari keselarasan impian.
Jadi siapa sang bidadari tersebut? tak lain dan tak bukan adalah orangtua kita sendiri.
Memang cukup sulit meminta orangtua untuk mengganti atau mengubah doa mereka, namun ada satu cara praktis, mintalah mereka untuk menyebutkan impian kita dalam doa mereka. Hal ini akan jauh lebih gampang ketimbang mengganti atau mengubah doa mereka.
Dan akan lebih baik lagi, jika kita awali dengan meminta maaf (ulang) kepada orang tua kita, senangkan hati mereka dan minta mereka untuk menyebutkan impian kita dalam doa mereka.
Selain kepada orangtua, kita pun mesti melakukan hal yang sama kepada mertua kita (bagi yang sudah menikah).
Bagi yang sudah tidak memiliki orangtua lagi (telah meninggal), bisa dicoba dengan menemui sahabat-sahabat orangtua kita yang masih hidup. Terus, senangkan hati mereka dan mintalah doa dari mereka.
Ketika orangtua kita merasa senang, ketika doa dan impian kita selaras dengan doa dan impian orangtua kita, maka keajaiban (baca: kemudahan) akan menghampiri kita.
Minggu, 18 Juli 2010
Selasa, 13 Juli 2010
POLA KEAJAIBAN
POLA KEAJAIBAN
Para ahli neuroscience serta mereka yang ahli dalam menerapkan LoA berpendapat bahwa keajaiban itu ilmiah dan keajaiban itu perpola. Jadi karena keajaiban(kemudahan Tuhan) itu ilmiah dan berpola maka bisa diulangi lagi sesering kita mau asal kita mengikuti hukum-hukum LoA.
BAGAIMANA CARA MELIHAT POLANYA?
Yang kita butuhkan adalah kejelian, intuisi,dan kepekaan terhadap tanda-tanda yang diberikanNYA dari doa-doa/keinginan/impian kita serta tindakan riil yang kita ambil begitu melihat tanda-tandaNYA. Kejelian dan kepekaan kita dalam melihat tanda-tandanya akan mempengaruhi tindakan yang kita ambil. Kita mungkin sering melihat tanda-tanda dari NYA namun kita tidak punya kejelian dalam membacanya. Seperti diibaratkan seorang pengendara mobil di persimpangan jalan yang sudah melihat tanda “DILARANG BELOK KANAN” tapi tetap saja memaksa belok kanan. Dan hasilnya dia malah kena tilang Polisi.
Ada satu cerita tentang seorang bapak yang sangat rajin beribadah kepada Tuhan. Suatu hari kampung tempat si bapak tinggal itu mengalami hujan yang sangat deras selama berhari-hari. Hal ini menyebabkan sungai di kampung itu airnya meluab hingga setinggi mata kaki. Orang-orang pada panik dan saling mengingatkan warga tentang bahaya meluabnya air sungai tadi. Si bapak yang rajin sembahyang itu juga diingatkan oleh tetangga untuk hati-hati, namun si bapak itu malah berkata “Tenang, Tuhan Maha Pemurah, dia tidak akan mencelakai hambaNYA”.
Beberapa jam kemudian tinggi air dari sungai yang meluab itu sudah mencapai setinggi dada orang dewasa. Penduduk kampung mulai mengungsi. Team penolong pun datang menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi penduduk ke tempat yang lebih aman. Saat tiba dirumah si bapak itu, team penolong mencoba mengajak si bapak naik perahu karet. Namun si bapak menolak karena dia yakin bahwa Tuhan itu Maha Penolong, jadi pasti dia akan selamat dengan pertolonganNYA.
Menjelang subuh tinggi air di kampung itu sudah mencapai genting rumah. Dengan sisa-sisa tenaganya si bapak itu menaiki atap rumahnya dan duduk diatas gentingnya. Tak berapa lama kemudian datanglah helikopter milik team penyelamat yang mencoba mengevakuasi sisa-sisa penduduk yang mungkin masih tertinggal. Ketika melihat si bapak itu, helikopter team penyelamat mendekat dan coba mengevakuasi si bapak. Namun bapak itu tetap menolak, dan masih yakin bahwa Tuhan itu Maha Penyayang. Singkat cerita beberapa saat kemudian si bapak itu dan kampungnya tenggelam ditelan air bah yang semakin meninggi.
Di akhirat si bapak tadi dengan perasaan geram dan marah mendatangi malaikat yang bertugas disana. “Hai kat...!!! Aku ini kan sudah rajin sembahyang, kenapa Tuhan tidak mau menolong aku?” katanya dengan membentak. Si malaikat pun berkata, “Gak mau nolong gimana? DIA sudah kirim tetangga-tetanggamu untuk mengingatkanmu, kau tidak percaya. Kemudian DIA kirim perahu karet, kamu menolak. Dan terakhir DIA kirim helikopter, eh... malah kamu usir. DIA pikir kamu emang mau mati...”
Rekan-rekan diskusi yang budiman, dari cerita diatas dapatkah rekan-rekan melihat suatu polanya? Si bapak yang rajin sembahyang itu berdoa minta pertolongan Tuhan, kemudian Tuhan mengirim pertolongan melalui orang-orang disekitarnya. Namun si bapak itu tidak bisa membaca tanda-tanda yang dikirimkanNYA untuk mengabulkan permintaannya. Dia kurang jeli dan peka melihat tanda-tanda yang Tuhan kirimkan sehingga tidak mengambil tindakan nyata dari semua peluang yang ada.
Jika si bapak lebih jeli dan kemudian mengikuti petunjuk yang Tuhan berikan melalui kesempatan-kesempatan yang DIA kirimkan, pasti si bapak itu akan selamat dan bergumam “INILAH KEAJAIBAN TUHAN”. Namun karena dia kurang jeli melihat dan memanfaatkan tanda-tanda itu maka dia jadi tidak tertolong lagi dan mungkin beranggapan “INILAH KESIALAN SAYA”.
Jadi bahwa selain keajaiban itu ilmiah dan berpola, kesialan juga ilmiah dan berpola. Dan pola dari masing-masing orang itu berbeda satu sama lain. Jadi coba sekarang kita ingat-ingat apa keinginan kita dimasa lalu yang begitu kuat yang ingin kita wujudkan dan akhirnya terwujud. Catat dalam selembar kertas, kemudian ingat-ingat lagi kejadian-kejadian selanjutnya yang mendatangi kita yang ada hubungannya dengan kinginan kita itu. Terus catat juga tindakan dan keputusan apa yang kita lakukan untuk mencapai keinginan kita itu.
Tidak perlu keinginan-keinginan besar. Yang kecil-kecil juga bisa. Saya ingat cerita salah satu teman saya beberapa tahun lalu. Saat itu dia belum lulus kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan kecil, perusahaan keluarga. Setiap gajian bosnya selalu memanggilnya kemudian memberinya gaji langsung dari sakunya. Tanpa amplop. Tanpa menanda tangani slip gaji apapun. Kemudian teman saya itu berpikir “Pasti enak ya rasanya kalo kerja di perusahaan yang ada seragam untuk karyawannya dan pada saat gajian uangnya ditransfer ke rekening kita oleh perusahaan.” Entah bagaimana ceritanya impiannya itu kini terwujud. Persis sama dengan yang dia impikan. Jadi gak mesti impian-impian besar yang kecil-kecil dulu.
Jadi catat semua yang anda ingat. Baik itu keinginan kita, kesempatan yang menghampiri kita, orang-orang yang membantu kita serta tindakan dan keputusan yang kita ambil sehingga impian kita itu terwujud. Catat semua. Temukan kemiripannya. Temukan polanya.
Demikian juga dengan keinginan-keinginan kita yang belum terwujud. Catat itu semua. Catat kejadian-kejadian dan kesempatan yang menghampiri kita. Serta catat pula tindakan yang kita lakukan sehingga keinginan kita itu semakin menjauh dari kita. Catat semua hal-hal salah yang telah kita perbuat sehingga keinginan kita itu tidak terwujud.
Awalnya memang sulit. Tapi dengan latihan kita akan menjadi lebih jeli dan lebih peka dalam melihat tanda-tandaNYA, sehingga polanya pun akan semakin jelas terlihat.
Semoga bermanfaat......
Para ahli neuroscience serta mereka yang ahli dalam menerapkan LoA berpendapat bahwa keajaiban itu ilmiah dan keajaiban itu perpola. Jadi karena keajaiban(kemudahan Tuhan) itu ilmiah dan berpola maka bisa diulangi lagi sesering kita mau asal kita mengikuti hukum-hukum LoA.
BAGAIMANA CARA MELIHAT POLANYA?
Yang kita butuhkan adalah kejelian, intuisi,dan kepekaan terhadap tanda-tanda yang diberikanNYA dari doa-doa/keinginan/impian kita serta tindakan riil yang kita ambil begitu melihat tanda-tandaNYA. Kejelian dan kepekaan kita dalam melihat tanda-tandanya akan mempengaruhi tindakan yang kita ambil. Kita mungkin sering melihat tanda-tanda dari NYA namun kita tidak punya kejelian dalam membacanya. Seperti diibaratkan seorang pengendara mobil di persimpangan jalan yang sudah melihat tanda “DILARANG BELOK KANAN” tapi tetap saja memaksa belok kanan. Dan hasilnya dia malah kena tilang Polisi.
Ada satu cerita tentang seorang bapak yang sangat rajin beribadah kepada Tuhan. Suatu hari kampung tempat si bapak tinggal itu mengalami hujan yang sangat deras selama berhari-hari. Hal ini menyebabkan sungai di kampung itu airnya meluab hingga setinggi mata kaki. Orang-orang pada panik dan saling mengingatkan warga tentang bahaya meluabnya air sungai tadi. Si bapak yang rajin sembahyang itu juga diingatkan oleh tetangga untuk hati-hati, namun si bapak itu malah berkata “Tenang, Tuhan Maha Pemurah, dia tidak akan mencelakai hambaNYA”.
Beberapa jam kemudian tinggi air dari sungai yang meluab itu sudah mencapai setinggi dada orang dewasa. Penduduk kampung mulai mengungsi. Team penolong pun datang menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi penduduk ke tempat yang lebih aman. Saat tiba dirumah si bapak itu, team penolong mencoba mengajak si bapak naik perahu karet. Namun si bapak menolak karena dia yakin bahwa Tuhan itu Maha Penolong, jadi pasti dia akan selamat dengan pertolonganNYA.
Menjelang subuh tinggi air di kampung itu sudah mencapai genting rumah. Dengan sisa-sisa tenaganya si bapak itu menaiki atap rumahnya dan duduk diatas gentingnya. Tak berapa lama kemudian datanglah helikopter milik team penyelamat yang mencoba mengevakuasi sisa-sisa penduduk yang mungkin masih tertinggal. Ketika melihat si bapak itu, helikopter team penyelamat mendekat dan coba mengevakuasi si bapak. Namun bapak itu tetap menolak, dan masih yakin bahwa Tuhan itu Maha Penyayang. Singkat cerita beberapa saat kemudian si bapak itu dan kampungnya tenggelam ditelan air bah yang semakin meninggi.
Di akhirat si bapak tadi dengan perasaan geram dan marah mendatangi malaikat yang bertugas disana. “Hai kat...!!! Aku ini kan sudah rajin sembahyang, kenapa Tuhan tidak mau menolong aku?” katanya dengan membentak. Si malaikat pun berkata, “Gak mau nolong gimana? DIA sudah kirim tetangga-tetanggamu untuk mengingatkanmu, kau tidak percaya. Kemudian DIA kirim perahu karet, kamu menolak. Dan terakhir DIA kirim helikopter, eh... malah kamu usir. DIA pikir kamu emang mau mati...”
Rekan-rekan diskusi yang budiman, dari cerita diatas dapatkah rekan-rekan melihat suatu polanya? Si bapak yang rajin sembahyang itu berdoa minta pertolongan Tuhan, kemudian Tuhan mengirim pertolongan melalui orang-orang disekitarnya. Namun si bapak itu tidak bisa membaca tanda-tanda yang dikirimkanNYA untuk mengabulkan permintaannya. Dia kurang jeli dan peka melihat tanda-tanda yang Tuhan kirimkan sehingga tidak mengambil tindakan nyata dari semua peluang yang ada.
Jika si bapak lebih jeli dan kemudian mengikuti petunjuk yang Tuhan berikan melalui kesempatan-kesempatan yang DIA kirimkan, pasti si bapak itu akan selamat dan bergumam “INILAH KEAJAIBAN TUHAN”. Namun karena dia kurang jeli melihat dan memanfaatkan tanda-tanda itu maka dia jadi tidak tertolong lagi dan mungkin beranggapan “INILAH KESIALAN SAYA”.
Jadi bahwa selain keajaiban itu ilmiah dan berpola, kesialan juga ilmiah dan berpola. Dan pola dari masing-masing orang itu berbeda satu sama lain. Jadi coba sekarang kita ingat-ingat apa keinginan kita dimasa lalu yang begitu kuat yang ingin kita wujudkan dan akhirnya terwujud. Catat dalam selembar kertas, kemudian ingat-ingat lagi kejadian-kejadian selanjutnya yang mendatangi kita yang ada hubungannya dengan kinginan kita itu. Terus catat juga tindakan dan keputusan apa yang kita lakukan untuk mencapai keinginan kita itu.
Tidak perlu keinginan-keinginan besar. Yang kecil-kecil juga bisa. Saya ingat cerita salah satu teman saya beberapa tahun lalu. Saat itu dia belum lulus kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan kecil, perusahaan keluarga. Setiap gajian bosnya selalu memanggilnya kemudian memberinya gaji langsung dari sakunya. Tanpa amplop. Tanpa menanda tangani slip gaji apapun. Kemudian teman saya itu berpikir “Pasti enak ya rasanya kalo kerja di perusahaan yang ada seragam untuk karyawannya dan pada saat gajian uangnya ditransfer ke rekening kita oleh perusahaan.” Entah bagaimana ceritanya impiannya itu kini terwujud. Persis sama dengan yang dia impikan. Jadi gak mesti impian-impian besar yang kecil-kecil dulu.
Jadi catat semua yang anda ingat. Baik itu keinginan kita, kesempatan yang menghampiri kita, orang-orang yang membantu kita serta tindakan dan keputusan yang kita ambil sehingga impian kita itu terwujud. Catat semua. Temukan kemiripannya. Temukan polanya.
Demikian juga dengan keinginan-keinginan kita yang belum terwujud. Catat itu semua. Catat kejadian-kejadian dan kesempatan yang menghampiri kita. Serta catat pula tindakan yang kita lakukan sehingga keinginan kita itu semakin menjauh dari kita. Catat semua hal-hal salah yang telah kita perbuat sehingga keinginan kita itu tidak terwujud.
Awalnya memang sulit. Tapi dengan latihan kita akan menjadi lebih jeli dan lebih peka dalam melihat tanda-tandaNYA, sehingga polanya pun akan semakin jelas terlihat.
Semoga bermanfaat......
Sabtu, 03 Juli 2010
GERAKAN MEMPENGARUHI EMOSI KITA
GERAKAN MEMPENGARUHI EMOSI KITA
Pernah gak memperhatikan ketika ada anak balita menangis dan kita berusaha menghiburnya dengan mengatakan, “cup, cup, sayang.... tuh lihat ada cecak di atas”. Ketika si anak mendongak keatas seketika itu juga tangisannya reda, begitu kembali menoleh kebawah langsung menangis lagi, dan begitu dia mendongak keatas lagi kembali tangisannya reda.
Mengapa bisa demikian? Begitu kita melihat keatas akan sulit sekali bagi kita untuk mengingat hal yang sedih, karena otak manusia akan sulit memunculkan gambar sedih apabila melihat keatas.
Hal ini ternyata bisa kita terapkan untuk diri kita sendiri. Coba ingat-ingat, orang yang sedang sedih, grogi, ragu-ragu dan takut biasanya dagunya kebawah(mendekat kearah dada/leher), matanya suram, bibir merengut, dada ditutup, tangan didalam dan nafasnya pendek-pendek (bahkan karena saking takutnya sampe lupa nafas..hehehehe).
Kita bisa coba mengubah emosi kita itu dengan mengubah gerakan kita. Saat kita sedang sedih, grogi, ragu-ragu dan takut kita bisa melakukan hal-hal seperti ini : duduk atau berdiri dengan tegak, dagu sedikit diangkat, dada dibuka(maksudnya dibusungkan, bukan buka baju lho ya), pandangan keatas, senyum yang lebar dan tarik nafas dalam-dalam. Kemudian dalam posisi seperti ini coba ingat hal-hal yang membuat kita sedih, takut, atau grogi. Gak bisa khan? Yang ada malah kita jadi geli sendiri.
Nah mari kita rubah gerakan kita agar lebih semangat..... Tarik nafas, lihat keatas dan tersenyumlah yang paling indah.....!!!!
Selamat mencoba
Pernah gak memperhatikan ketika ada anak balita menangis dan kita berusaha menghiburnya dengan mengatakan, “cup, cup, sayang.... tuh lihat ada cecak di atas”. Ketika si anak mendongak keatas seketika itu juga tangisannya reda, begitu kembali menoleh kebawah langsung menangis lagi, dan begitu dia mendongak keatas lagi kembali tangisannya reda.
Mengapa bisa demikian? Begitu kita melihat keatas akan sulit sekali bagi kita untuk mengingat hal yang sedih, karena otak manusia akan sulit memunculkan gambar sedih apabila melihat keatas.
Hal ini ternyata bisa kita terapkan untuk diri kita sendiri. Coba ingat-ingat, orang yang sedang sedih, grogi, ragu-ragu dan takut biasanya dagunya kebawah(mendekat kearah dada/leher), matanya suram, bibir merengut, dada ditutup, tangan didalam dan nafasnya pendek-pendek (bahkan karena saking takutnya sampe lupa nafas..hehehehe).
Kita bisa coba mengubah emosi kita itu dengan mengubah gerakan kita. Saat kita sedang sedih, grogi, ragu-ragu dan takut kita bisa melakukan hal-hal seperti ini : duduk atau berdiri dengan tegak, dagu sedikit diangkat, dada dibuka(maksudnya dibusungkan, bukan buka baju lho ya), pandangan keatas, senyum yang lebar dan tarik nafas dalam-dalam. Kemudian dalam posisi seperti ini coba ingat hal-hal yang membuat kita sedih, takut, atau grogi. Gak bisa khan? Yang ada malah kita jadi geli sendiri.
Nah mari kita rubah gerakan kita agar lebih semangat..... Tarik nafas, lihat keatas dan tersenyumlah yang paling indah.....!!!!
Selamat mencoba
Langganan:
Postingan (Atom)