Minggu, 18 Juli 2010

DOA BIDADARI

DOA BIDADARI


Ups..... ini bukan judul sinetron lho ya. Mungkin ada dari rekan diskusi yang bergumam, “Uh.... gak nyangka, ternyata si Dony itu korban sinetron juga.” Hehehehe..... sabar, sabar, sabar..... jangan nuduh.

Tulisan kali ini masih ada kaitannya dengan tulisan sebelumnya yang berjudul “POLA KEAJAIBAN”. Yang namanya pola keajaiban untuk masing-masing orang itu bersifat unik dan berbeda satu sama lainnya. Namun dari sekian pola yang ada, terdapat satu pola yang serupa dan bisa diterapkan oleh semua orang. Dan sudah banyak contoh disekitar kita.

* Ketahuilah bahwa keridhaan dari YANG MAHA KUASA itu tidak terlepas dari keridhaan sang bidadari. Bila Dia sudah ridha, maka menggerakkan LoA, doa, dan impian adalah perkara yang mudah.
* Ketahuilah berbakti kepada sang bidadari diibaratkan bisa menguak langit dan memanggil rejeki.
* Ketahuilah doa sang bidadari membuat rezeki kita betul-betul tercurah. Namun hati-hati, demikian pula sebaliknya.
* Begitu doa sang bidadari selaras dengan doa kita, berarti doa kita akan lebih “melangit”. Begitu impian sang bidadari selaras dengan impian kita, berarti impian kita akan lebih “bersayap”. Yah, melipatgandakan kekuatan doa dan LoA. Inilah dampak dari keselarasan impian.

Jadi siapa sang bidadari tersebut? tak lain dan tak bukan adalah orangtua kita sendiri.

Memang cukup sulit meminta orangtua untuk mengganti atau mengubah doa mereka, namun ada satu cara praktis, mintalah mereka untuk menyebutkan impian kita dalam doa mereka. Hal ini akan jauh lebih gampang ketimbang mengganti atau mengubah doa mereka.

Dan akan lebih baik lagi, jika kita awali dengan meminta maaf (ulang) kepada orang tua kita, senangkan hati mereka dan minta mereka untuk menyebutkan impian kita dalam doa mereka.

Selain kepada orangtua, kita pun mesti melakukan hal yang sama kepada mertua kita (bagi yang sudah menikah).

Bagi yang sudah tidak memiliki orangtua lagi (telah meninggal), bisa dicoba dengan menemui sahabat-sahabat orangtua kita yang masih hidup. Terus, senangkan hati mereka dan mintalah doa dari mereka.

Ketika orangtua kita merasa senang, ketika doa dan impian kita selaras dengan doa dan impian orangtua kita, maka keajaiban (baca: kemudahan) akan menghampiri kita.