BEBERAPA KESALAHAN DALAM PENERAPAN LoA
Pada sebagian orang ada yang menganggap penerapan LoA itu mudah, dan sebagian lainnya menganggap penerapan LoA itu sulit serta tak membawa dampak apa-apa. Namun setelah didalami, mereka yang menganggap dirinya sulit menerapkan LoA umumnya ada beberapa kesamaan kesalahan diantara mereka. Beberapa kesalahan itu diantaranya :
1. SALAH MENETAPKAN FOKUS
Lebih banyak dari kita lebih terfokus pada permasalahan yang kita hadapi dan kurang memberikan fokus pada pemikiran solusi. Anthoni Robbin menyatakan bahwa sering kali kita mencurahkan 80% fokus kita kepada masalah dan hanya 20% saja untuk pemecahan masalah (solusi). Padahal orang-orang sukses justru bertindak sebaliknya, mereka memberikan 80% pikiran dan tindakannya (fokusnya) untuk pemecahan masalah (solusi) dan cukup hanya 20% saja fokusnya pada masalahnya.
Contoh : Ketika komputer anda rusak dan tidak bisa hidup, orang yang terlalu berfokus pada masalah pasti akan : panik, menyalahkan orang lain serti kakak, adik atau anaknya yang sering pakai komputer hanya untuk main games, kemudian kotbah panjang lebar tentang listrik mahal lah, susah cari duit buat beli komputer lah, dan bla bla bla..... pokoknya fokusnya Cuma ke masalah saja. Coba kalo sudah begini apa komputer kita bisa jadi baik kembali? Apa kita gak tambah stres sendiri?
Nah.... orang yang fokus pada solusi tentu akan bertindak sebagai berikut : memeriksa sendiri kenapa komputernya tidak bisa beroperasi seperti sedia kala, bila permasalahannya sudah ketemu lalu segera diambil tindakan yang diperlukan untuk memperbaiki komputernya tersebut, atau kalau ternyata kerusakannya tidak dapat kita tangani sendiri segera kita bawa ke tempat service komputer untuk diperbaiki seperlunya atau diganti sparepartnya bila dianggap perlu. Beres kan?
2. TIDAK CUKUP HANYA FOKUS DAN BERPIKIR POSITIF SAJA
Ketika kita sudah tahu akan apa yang kita mau (apa yang kita impikan/inginkan), langkah berikutnya adalah fokus pada apa yang kita mau tersebut. hal ini dapat dikuatkan dengan cara bersikap dan berpikir positif demi terwujudnya keinginan kita tersebut. Kita pun mulai melakukan Afirmasi (PENEGASAN akan NIAT-NIAT kita) dan dilanjutkan dengan Visualisasi (Membayangkan terwujudnya keinginan kita). Dalam hal ini kita mesti mengedepankan rasa syukur pada hal-hal yang sudah kita terima dan YANG AKAN KITA TERIMA. Disini kita bersyukur membayangkan apa yang menjadi keinginan kita itu sudah kita terima. Kita menjadikan syukur kita seperti down payment yang dibayar dimuka atas keinginan (doa) yang akan kita terima.
3. TIDAK PERNAH ACTION
Ketika kita sudah fokus pada apa yang kita mau dan bisa berpikir positif untuk mendapatkannya, ada salah satu langkah penentu lagi yang sering diabaikan. Yaitu ACTION..... Bila kita sudah bisa mengetahui apa yang betul-betul kita mau, kemudian memberikan fokus pada hal-hal yang kita mau itu dan selalu berpikir positif bahwa kita mampu mewujudkannya, tentu akan ada rasa yakin dan percaya diri didalam diri kita untuk mewujudkan keinginan kita tersebut. Dan ujuk-ujuk semestapun memberi kemudahan pada kita dengan mempertemukan kita pada kesempatan-kesempatan, peluang-peluang, orang-orang, kejadian-kejadian, ataupun ide-ide yang melintas dipikiran kita dalam mewujudkan keinginan kita tersebut.
Namun masalahnya kita terlalu sering melewatkan kesempatan-kesempatan, peluang-peluang, orang-orang, kejadian-kejadian, ataupun ide-ide kita sendiri. Kita tidak pernah ACTION atas tanda-tanda yang diberikanNYA. Jadi istilahnya NADO (No Action Dream Only).
Ada satu petuah yang patut kita pegang, No Action Nothing Happen. With Action Miracle Happen....!!!!
Semoga Bermanfaat.....