Selasa, 24 Agustus 2010

BERHENTI BERHUTANG PADA SEMESTA

BERHENTI BERHUTANG PADA SEMESTA


Alam semesta dengan segenap energi makrokosmosnya selalu bekerja mencari keseimbangan. Energi makrokosmos tersebut selalu berhubungan dengan energi yang ada disetiap diri manusia yang sering disebut dengan mikrokosmos. Proses ini tidak terlihat dan tidak terasa sehingga manusia cenderung mengabaikannya.

Yang dimaksud dengan berhutang pada semesta adalah bila kita berbuat hal-hal buruk yang bertentangan dengan agama, menyakiti sesama dan juga alam. Misalnya dengan merugikan orang lain, atau mengambil yang bukan hak kita, atau merusak alam, maka kita bisa disebut sedang berhutang pada semesta. Pada suatu saat semesta akan menagih kembali hutang energi tersebut, dalam bentuk kejadian buruk yang dialami oleh orang yang berhutang. Dan biasanya dalam skala yang berlipat-lipat ganda.

Contoh yang gampang berhutang pada semesta yang sering terjadi adalah saat orang dengan sengaja mengambil sesuatu yang bukan haknya. Misalnya tahu menerima kembalian lebih saat membayar di supermarket atau pom bensin dan sengaja tidak mengembalikannya, korupsi, nilep uang kantor atau mengambil barang milik kantor sekecil apapun itu, atau juga diem saja saat pelayan rumah makan Padang tidak menghitung semua makanan yang telah masuk keperut kita.

ITU BUKAN REJEKI...!!! justru orang itu sedang berhutang pada semesta karena telah mengambil yang bukan haknya. Dan suatu saat hutang tersebut akan ditagih dalam bentuk lain yang biasanya akan lebih merugikan.

Mungkin dalam waktu sesaat orang yang mencuri dan korupsi itu akan merasa berlimpah uang. Namun pencuri dan koruptor tidak akan bahagia, justru dia akan sengsara hidupnya. Si pencuri dan koruptor telah berhutang pada semesta, dan tinggal menunggu waktu kapan alam semesta akan menagih hutangnya kembali, antara lain dalam bentuk aib dan kemalangan yang tak terbayangkan sebelumnya.

Jadi untuk kedepannya dari pada kita berhutang pada semesta mendingan kita menabung pada semesta. Menabung dalam bentuk amal kebaikan kepada sesama, kepada alam dan kepada siapa saja. Selalu bersikap baik pada semua orang, mau membantu orang yang berada dalam kesulitan dan selalu mendoakan orang lain agar mendapat kesuksesan dan kesehatan.

Pancaran energi kebaikan anda tersebut suatu saat akan dikembalikan kepada anda dalam bentuk kebaikan dengan jumlah yang lebih besar.

Jadi mulailah dari sekarang kita menabung kebaikan pada semesta dengan cara : berpikir hal yang benar, berkata yang benar, dan berbuat yang benar....


Semoga bermanfaat