Jumat, 07 Januari 2011

MANTRA PEMBUAT HOKKY

Hokky itu bisa diciptakan. Hokky ternyata bukan hanya untuk orang-orang tertentu, bukan untuk orang-orang pilihan, bukan hanya dari ras tertentu dan sebagainya. Hokky bisa kita undang kedatangannya dengan MANTRA.



MANTRAnya apaan nih??? Perlu tongkat sihir kayak punyanya Harry Potter gak sih???



Hehehehe….. sabar…..



Inti dari MANTRA ini adalah komunikasi, dan inti komunikasi adalah kata. Pemilihan kata yang tepat sangat dibutuhkan disini.



Trus kata-kata MANTRAnya apaan??? Apakah Abrakadabra, Alohomora, Inggardium Leviosa, Maxiliarmus????



Hush…. Ngaco!!!! Ketahuan banget penggemar Harry Potter nih.



Seperti yang saya sebutkan diatas. MANTRA adalah kata-kata, dan kata terangkai menjadi kalimat, hingga akhirnya kalimat-kalimat itu digunakan untuk berkomunikasi. Jadi untuk mengundang Hokky kita perlu berkomunikasi. Tepatnya KOMUNIKASI 3 LAPIS.



LAPIS PERTAMA

Komunikasi pada diri sendiri. Ini yang biasa disebut dengan Affirmasi, Incantation, Niat dan juga Visi. Pemilihan kata-kata pada komunikasi pada diri sendiri haruslah kata-kata yang positif. Penggunaan kata-kata seperti “Jangan, Tidak, Harus, Dilarang” mesti dihindari, karena diri kita atau tepatnya pikiran bawah sadar kita tidak mengenal kata-kata tersebut. Bila kata-kata positif terekam hingga kepikiran bawah sadar kita, ini akan menjadi Mindset kita yang akan mengarahkan hidup kita sesuai dengan apa yang kita yakini.



LAPIS KEDUA

Komunikasi pada orang lain. Bila kita menginginkan sesuatu yg kita impikan atau sekedar menawarkan barang atau jasa kita, maka kita mesti mengkomunikasikannya. Mereka bisa berfungsi seperti reminder yang mengingatkan kita bila sewaktu-waktu kita mulai menjauh dari impian kita, dan juga agar orang lain tahu apa saja yang kita tawarkan. Bahkan dari sekedar obrolan ringan di arisan kita bisa mengundang Hokky.



Pernah ada seseorang dalam sebuah arisan nyeletuk ,”Aku pengen buat warung bakso nih....” Tanpa disangka-sangka teman-teman arisannya antusias dan menjawab, “Sudah punya lokasi untuk warungnya? Aku punya nih tempatnya strategis dan ramai lho”,

“Ambil perabotannya di langgananku aja, diskonnya besar dan bisa diangsur...”,

“Untuk bahan-bahan pokoknya beli ditempatku ya, harga paling murah dan bisa diadu plus antar lagi”



LAPIS KETIGA

Komunikasi pada sang pencipta. Kita juga tidak boleh melupakan komunikasi dengan sang pencipta, komunikasi ini biasa kita sebut dengan doa. Doa bukan sekedar ritual sesuai agama kita. Doa juga bisa berupa prasangka-prasangka kita baik yang negatif maupun yang positif, dan juga doa adalah perasaan kita dari pikiran ataupun prasangka kita sendiri. Jadi rumusnya DOA=PIKIRAN+PERASAAN.



Kekuatan pikiran (pikiran sadar) hanyalah 12%, sedangkan kekuatan perasaan (pikiran bawah sadar) adalah 88%. Jadi bila ada konflik antara pikiran sadar dan pikiran bawah atau konflik antara pikiran dan perasaan kita maka yang selalu menang adalah Perasaan kita (pikiran bawah sadar kita).



Maksudnya saat kita menginginkan sesuatu, kemudian kita memikirkannya dan disaat yang bersamaan timbul sedikit saja perasaan ragu dan ketidak yakinan akan apa yang kita inginkan tersebut maka secara tidak sadar doa kita adalah ketidak yakinan dan keragu-raguan tersebut. Dan yang terjadi adalah kita mendapatkan apa-apa yang sesuai dengan yang kita ragukan tersebut.



Bukankah Tuhan serupa dengan apa yang kita prasangkakan terhadapNYA ????